Rupiah Ditutup Melemah 0,11%, Dolar AS Naik ke Rp17.715

Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
Kamis, 27/08/2026 15:04 WIB
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah belum mampu keluar dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS) hingga akhir perdagangan hari ini. Meski demikian, pelemahannya sedikit menyusut dibandingkan posisi pembukaan.

Merujuk data Refinitiv, pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (27/8/2026), rupiah harus mengakui kekuatan greenback dengan terdepresiasi 0,11% ke posisi Rp17.715/US$.


Rupiah sempat dibuka melemah 0,31% ke level Rp17.750/US$. Mata uang Garuda kemudian berhasil memangkas tekanan sebesar 35 poin hingga penutupan perdagangan. Pelemahan ini sekaligus membalikkan penguatan rupiah pada Rabu (26/8/2026), ketika nilai tukar Garuda ditutup menguat 0,06% ke posisi Rp17.695/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah tipis 0,01% ke level 99,151.

Tekanan terhadap DXY menyusut dibandingkan perdagangan pagi, ketika indeks dolar melemah 0,05% ke posisi 99,119.

Meski melemah tipis pada perdagangan hari ini, dolar AS masih bertahan di sekitar level tertinggi dalam delapan hari. Greenback mendapat dukungan setelah data inflasi AS sedikit melampaui perkiraan pasar.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS naik 3,7% secara tahunan pada Juli, lebih tinggi dibandingkan konsensus sebesar 3,6%. Data tersebut menjaga peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) tetap terbuka.

Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi membuat aset berdenominasi dolar tetap menarik dan membatasi aliran dana menuju negara berkembang. Kondisi tersebut mempersempit ruang penguatan sekaligus menambah tekanan terhadap rupiah.

Pasar selanjutnya menantikan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk mengenai arah suku bunga AS hingga akhir tahun.

Sementara itu, pasar masih menantikan hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI beserta jajaran Dewan Gubernur yang akan diumumkan Komisi XI DPR pada sore ini.

"Pengumumannya sore bareng sama Deputi Gubernur. Untuk paripurna BI tanggal 1 September," kata Anggota Komisi XI DPR Harris Turino, Kamis (27/8/2026).

Destry Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur BI, sedangkan Aida S. Budiman menjadi calon tunggal Deputi Gubernur Senior BI. Keduanya telah menjalani uji kelayakan pada Rabu kemarin.

Komisi XI juga menguji dua calon Deputi Gubernur BI pada hari ini, yakni Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori. DPR akan memilih salah satu dari kedua nama tersebut.

Hasil seleksi menjadi perhatian pasar karena berkaitan dengan kesinambungan kebijakan moneter dan komitmen pimpinan baru BI dalam menjaga stabilitas rupiah. Penetapan Gubernur BI beserta jajarannya akan dilakukan dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (1/9/2026).


(evw/evw)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sentimen Ini Bikin Rupiah Menguat ke Rp 17.600 per USD