Pendapatan Anjlok 13%, Kok Laba Emiten Raffi-Nagita (RANS) Malah Naik?

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 27/08/2026 10:25 WIB
Foto: PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS). (Facebook/ransentertainment)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk, emiten hiburan dan gaya hidup milik pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, mencatatkan fenomena menarik dalam laporan keuangan interimnya untuk semester I-2026. Di tengah pendapatan yang tergerus dua digit, laba bersih perusahaan justru naik.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026 yang belum diaudit, pendapatan Rans Entertainmen tercatat sebesar Rp149 miliar, turun 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp171,6 miliar.


Namun anehnya, laba periode berjalan justru naik 11% menjadi Rp23,76 miliar dari sebelumnya Rp21,4 miliar. Jika dirinci lebih jauh, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan bahkan naik 12,5% menjadi Rp25,57 miliar, sementara laba per saham naik dari Rp2,25 menjadi Rp2,54.

Melansir laporan keuangan perusahaan, penurunan pendapatan RANS bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan hasil dari kinerja segmen usaha yang saling berlawanan arah.

Pendapatan dari segmen konten media sosial yang berasal dari monetisasi akun media sosial Raffi Ahmad dan Nagita Slavina turun 19,2% menjadi Rp42,3 miliar dari Rp52,3 miliar. Segmen duta merek dan talent management merosot lebih tajam lagi, anjlok 47% menjadi hanya Rp19,4 miliar dari sebelumnya Rp36,5 miliar. Penjualan produk berbasis IP seperti makanan, minuman, dan kecantikan juga menyusut 19,5% menjadi Rp43,1 miliar.

Penurunan di tiga lini tersebut sebagian diimbangi oleh lonjakan pendapatan dari segmen production house, acara, dan ticketing yang justru melesat 53,9% menjadi Rp44 miliar dari Rp28,6 miliar pada semester I-2025.

Kunci kenaikan laba di tengah pendapatan yang melempem terletak pada efisiensi biaya operasional yang cukup agresif.

Beban penjualan dipangkas hampir separuh, turun 49,3% dari Rp11,96 miliar menjadi hanya Rp6,06 miliar. Beban umum dan administrasi juga ditekan turun 8,5% menjadi Rp24,5 miliar dari Rp26,8 miliar.

Alhasil, meski laba kotor perusahaan turun 8,1% menjadi Rp64,2 miliar, laba operasi justru naik 8,3% menjadi Rp33,6 miliar dibandingkan Rp31 miliar pada tahun sebelumnya. Efisiensi ini terjadi karena penurunan beban operasional berjalan lebih cepat dibandingkan penurunan pendapatan maupun laba kotor perusahaan.

Di sisi lain, kinerja pos-pos non-operasional sebenarnya kurang menggembirakan. Bagian rugi dari entitas asosiasi melebar dari Rp329,7 juta menjadi Rp1,1 miliar, sementara pendapatan keuangan neto ikut turun. Namun tekanan dari pos-pos tersebut tidak cukup besar untuk menggerus kenaikan laba operasi yang sudah lebih dulu terkerek oleh efisiensi biaya.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Cuan Bisnis Raffi-Nagita RANS Usai IPO: Cipung Land-Konser Musik