MARKET DATA

Breaking, IHSG Anjlok 1% Lebih Balik ke Level 6.429

Redaksi,  CNBC Indonesia
26 August 2026 09:07
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada pembukaan perdagangan Rabu (26/8/2026), Setaka indeks menembus kembali level psikologis 6.500. Meski demikian, selang empat menit setelah pasar buka IHSG tercatat melemah hingga 1,05% ke level 6.429,57.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.507,14, menguat 5,47 poin atau 0,08% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.501.67.

IHSG dibuka di level 6.507 dan dalam empat menit awal perdagangan sempat menyentuh level tertinggi 6.509 serta terendah 6.429.

Pelemahan IHSG disertai dengan 124 saham menguat, 388 saham melemah, sementara 187 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp 1,37 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,02 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 230 ribu kali.

Pasar keuangan Indonesia kembali dibuka pada hari ini, Rabu (26/8/2026) setelah libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa.

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada uji kelayakan calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, serta perkembangan pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis.

Sementara dari global, pasar menantikan sejumlah data penting Amerika Serikat (AS), mulai dari inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga pendapatan dan belanja masyarakat.

Komisi XI DPR RI dijadwalkan menggelar uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, pada Rabu pukul 10.00 WIB.

Ketua Komisi XI DPR RI M. Misbakhun membenarkan agenda tersebut akan berlangsung melalui Rapat Dengar Pendapat Umum.

"Kita jadwalkan memang itu sesuai hasil rapat internal," ujarnya kepada CNBC Indonesia.

Destry merupakan calon tunggal Gubernur BI yang diajukan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR. Saat ini, ia menjabat sebagai Penjabat Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada Juli.

Sebelumnya, Destry menjabat Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019. Ia juga pernah menjadi ekonom di Mandiri Sekuritas dan Bank Mandiri, serta anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Pelaku pasar akan mencermati pandangan Destry mengenai arah kebijakan moneter, stabilitas rupiah, inflasi, dan upaya menjaga aliran modal asing.

Bursa Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Rabu (26/8/2026), di tengah meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Melansir CNBC, pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi penting AS yang menjadi acuan utama Federal Reserve (The Fed).

Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,5% pada perdagangan Rabu. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,12%, sedangkan indeks acuan Australia S&P/ASX 200 justru menguat 0,34%.

Sentimen pasar dibayangi oleh eskalasi konflik dagang antara AS dan Kanada setelah Ottawa pada Selasa mengumumkan tarif balasan terhadap produk-produk AS. Langkah tersebut dilakukan dengan prinsip "dolar untuk dolar" sebagai respons atas tarif sebesar 50% yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu, menyusul gagalnya perundingan dagang kedua negara.

Tarif baru Kanada mencakup lebih dari 700 jenis barang asal AS dengan nilai sekitar US$20 miliar. Nilai tersebut setara dengan besaran tarif impor terbaru yang sebelumnya diberlakukan Trump terhadap sejumlah produk Kanada, mulai dari anggur, semen hingga tongkat hoki.

Selain perkembangan perang dagang, investor juga menantikan rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE) AS periode Juli. Data yang mengukur perubahan harga barang dan jasa tersebut merupakan salah satu indikator inflasi yang paling diperhatikan oleh The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1%


Most Popular
Features