Danantara Mulai "Invasi" Global, dari Mekah sampai Filipina
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai merambah pasar global dengan sejumlah akuisisi dan rencana investasi di luar negeri. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, membeberkan sejumlah proyek ekspansi yang tengah dan akan dijalankan perusahaan-perusahaan pelat merah di bawah Danantara.
Dony mengungkapkan, Danantara saat ini sudah berinvestasi di JBS, perusahaan protein global yang disebutnya sebagai salah satu pemain terbesar di dunia. Selain itu, Danantara juga baru saja merampungkan sejumlah akuisisi properti di Mekah, Arab Saudi.
"Kita sekarang Danantara berinvestasi juga di JBS, perusahaan global salah satu pemain protein yang terbesar di dunia, kita investasi di situ. Kemudian kita berinvestasi di Mekah. Kita baru selesai mengakuisisi ada hotel di Mekah, kemudian juga ada tanah lain yang kita bikin untuk jamaah haji di Mekah," ujar Dony dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Senin, (24/8/2026).
Tak berhenti di situ, Danantara juga tengah menyiapkan rencana investasi di sektor infrastruktur bandara. Dony menyebut Menteri BUMN Erick Thohir/Rosan Roeslani akan memberikan update terkait rencana investasi di bandara Madinah.
"Kita juga berencana Pak Rosan mengupdate itu, akan berinvestasi di airportnya di Madinah," katanya.
Ekspansi juga menyasar sektor jasa keuangan mikro. Dony mengaku tengah mendorong Pegadaian untuk mulai beroperasi dan menjajaki akuisisi perusahaan pegadaian di Filipina, yang menurutnya memiliki model bisnis serupa namun dengan skala yang lebih kecil dibanding Pegadaian Indonesia.
"Saya juga mendorong Pegadaian untuk mulai beroperasi dan mengakuisisi dan mencoba untuk berbicara dengan perusahaan di Filipina, perusahaan pegadaian di sana. Juga mirip dengan itu, karena bisnis modelnya sama dan kita sudah lebih unggul. Kita bisa ekspansi juga di sana," jelas Dony.
Selain Pegadaian, Danantara juga tengah menggarap sektor perawatan pesawat lewat unit maintenance, repair, and overhaul (MRO). Dony menyebut perusahaan pelat merah telah mendapat penunjukan untuk membangun fasilitas MRO di kawasan Timur Tengah.
"Ini MRO kita juga sudah dapat penunjukan di Middle East untuk membangun MRO di situ," ujarnya.
Dony menegaskan strategi go global ini dilakukan secara bertahap, satu per satu perusahaan pelat merah didorong untuk mulai bersaing di level internasional sebagai bagian dari visi besar transformasi Danantara.
"Jadi pelan-pelan semua satu persatu. Jadi satu-satu perusahaan kita akan menjadi pemain global. Ini yang kita harapkan dengan adanya transformasi yang sedang kita lakukan ini," tutupnya.
(fsd/fsd)