Laba Emiten Bioskop XXI (CNMA) Anjlok 40%, Ada Apa?

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Kamis, 20/08/2026 19:30 WIB
Foto: Ilustrasi bioskop. (Gallery Cinema XXI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten bioskop Cinema XXI, PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA) membukukan penurunan kinerja pada semester I-2026. Laba bersih perseroan tercatat Rp173,05 miliar, turun 40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp288,55 miliar.

Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan CNMA sepanjang enam bulan pertama 2026 mencapai Rp2,63 triliun. Angka tersebut turun 8,59% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan Rp2,88 triliun pada semester I-2025.


Penurunan pendapatan terutama berasal dari bisnis tiket bioskop. Pendapatan tiket tercatat Rp1,58 triliun, turun dari Rp1,80 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan makanan dan minuman juga menyusut menjadi Rp886,34 miliar dari Rp968,02 miliar.

Di sisi lain, pendapatan iklan justru melonjak menjadi Rp96,91 miliar dari sebelumnya Rp30,98 miliar. Pendapatan dari digital platform mencapai Rp57,29 miliar, turun dari Rp69,24 miliar.

Seiring penurunan pendapatan, beban dan biaya operasi CNMA tercatat Rp2,33 triliun, turun dari Rp2,44 triliun pada semester I-2025. Beban penayangan film turun menjadi Rp792,36 miliar dari Rp898,62 miliar, sedangkan beban makanan dan minuman mencapai Rp237,54 miliar dari Rp252,94 miliar.

Kondisi tersebut membuat laba usaha CNMA turun menjadi Rp307,58 miliar dari Rp439,90 miliar pada semester I-2025. Beban keuangan bersih juga meningkat menjadi Rp52,99 miliar dari Rp31,96 miliar. Alhasil, laba sebelum pajak turun menjadi Rp254,59 miliar dari Rp407,94 miliar.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan Rp53,59 miliar, CNMA membukukan laba bersih Rp200,99 miliar, dibandingkan Rp323,97 miliar pada semester I-2025. Dari jumlah tersebut, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp173,05 miliar, turun dari Rp288,56 miliar.

Dari sisi neraca, total aset CNMA per 30 Juni 2026 mencapai Rp6,21 triliun, turun dari Rp6,76 triliun pada akhir 2025.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Telkom Rampingkan Anak Usaha, Dari 68 Jadi 18 Entitas