IHSG Dekati 6.500! Asing Rebutan 10 Saham Ini, Gelontorkan Rp648 M

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 20/08/2026 13:55 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat lebih dari 1% pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis (20/8/2026), dengan penguatan terutama ditopang saham-saham berbasis komoditas dan tambang.

Berdasarkan data perdagangan akhir sesi pertama, IHSG berada di level 6.487,96, menguat 93,83 poin atau 1,47% dan mendekati level psikologis 6.500. IHSG dibuka di level 6.447,25 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.493. Total transaksi hari ini mencapai Rp7,98 triliun, melibatkan 22,46 miliar saham dalam 1,3 juta kali transaksi, dengan 417 saham menguat, 187 saham melemah, dan 185 saham stagnan.


Dari sektoral, bahan baku menjadi sektor dengan penguatan paling tinggi yakni 4,22%, disusul utilitas 1,45% dan energi 1,35%. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menjadi penopang terbesar IHSG dengan kontribusi sekitar 14,37 poin, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) 9,52 poin dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) 7,78 poin. Penguatan indeks juga ditopang sentimen eksternal berupa pelemahan dolar AS dan penurunan yield US Treasury, di tengah keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI-Rate di 5,75%.

Sejalan dengan penguatan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) yang cukup besar, yaitu Rp648,22 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.

Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp4,40 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,52 triliun dan foreign sell Rp1,88 triliun.

Perburuan asing terbesar tertuju pada PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dengan nilai net buy mencapai Rp333,40 miliar - sejalan dengan saham AMMN yang menjadi penopang terbesar IHSG hari ini. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp186,23 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) sebesar Rp114,91 miliar.

Selain itu, investor asing juga memborong PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) sebesar Rp105,51 miliar - turut sejalan dengan kontribusinya sebagai penopang indeks, serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp66,84 miliar, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) Rp55,11 miliar.

Di sisi lain, aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan nilai mencapai Rp83,52 miliar. Disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp58,81 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) Rp43,35 miliar.

Tekanan jual juga terlihat pada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp38,32 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp32,98 miliar, serta PT Astra International Tbk. (ASII) Rp29,22 miliar.

Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Kamis (20/8/2026).

Net Foreign Buy

  1. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp333,40 miliar
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp186,23 miliar
  3. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp114,91 miliar
  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp105,51 miliar
  5. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp66,84 miliar
  6. PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) - Rp55,11 miliar
  7. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp38,38 miliar
  8. PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) - Rp30,74 miliar
  9. PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) - Rp25,39 miliar
  10. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp20,80 miliar

Net Foreign Sell

  1. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp83,52 miliar
  2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp58,81 miliar
  3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp43,35 miliar
  4. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp38,32 miliar
  5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp32,98 miliar
  6. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp29,22 miliar
  7. PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp23,72 miliar
  8. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) - Rp22,01 miliar
  9. PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) - Rp21,07 miliar
  10. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp18,20 miliar

(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Klaim Hormuz Punya AS - IHSG Tergelincir ke Zona Merah