QRIS Makin Tak Terbendung, Transaksinya Melonjak 82%
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi atau tumbuh 28,69% (yoy) pada Juli 2026 .
Pjs Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan pertumbuhan ini didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.
"Volume transaksi melalui internet dan aplikasi mobile masing-masing tumbuh 9,39% (yoy) dan 24,25% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 82,42% (yoy), didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant," kata Destry, dalam konferensi pers BI, Rabu (19/8/2026).
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 546 juta transaksi atau tumbuh 31,62% (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp1.355 triliun.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 0,99 juta transaksi atau tumbuh 3,12% (yoy), dengan nominal transaksi BI-RTGS tumbuh 1,54% (yoy) mencapai Rp20.097 triliun.
Adapun, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, BI juga mencatat uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,10% (yoy) menjadi Rp1.314 triliun. Dengan catatan ini, Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
(haa/haa)