MARKET DATA

BI Guyur Likuiditas Rp 446,5 T ke Perbankan RI di Awal Agustus

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
19 August 2026 14:37
Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti saat zoom meeting di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia)
Foto: Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti saat zoom meeting di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) terus gencar mengguyur likuiditas di perbankan Indonesia melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau KLM.

Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, total penyaluran insentif KL hingga pekan pertama Agustus 2026 mencapai Rp 446,5 triliun, lebih tinggi dari catatan pada Juli 2026.

"Hingga minggu pertama Agustus 2026 insentif KLM mencapai Rp 446,5 triliun," papar Destry dalam rilis online.

Sebagai catatan, KLM ini hadir untuk mendorong bank agar menyalurkan kredit ke sektor prioritas Pemerintah dan mempercepat penurunan suku bunga kredit.

Untuk mempercepat penyaluran KLM ini, BI meluncurkan Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI 2026) pada akhir April 2026. Dalam PINISI, BI mencoba menghubungkan antara KSSK, regulator, investor hingga perbankan. PINISI juga dihadirkan untuk mendukung penyaluran kredit UMKM.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BI Catat Kredit Bank Tumbuh 13,58% pada Juli 2026


Most Popular
Features