MARKET DATA

Bos Danantara: Seluruh Saham KCIC BUMN Bakal Dialihkan ke Kemenkeu

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
18 August 2026 20:05
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/7/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seluruh kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang saat ini berada di tangan konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) akan dialihkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal tersebut disampaikan Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia selaku Kepala BP BUMN, Dony Oskaria.

"Iya, betul, dialihkan, dihibahkan," ujar Dony saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (18/8/2026).

Menurut Dony, proses tersebut bukan berarti konsorsium PSBI langsung dibubarkan, melainkan kepemilikannya akan terlebih dahulu dialihkan hingga proses restrukturisasi KCIC selesai.

"Dialihkan dulu prosesnya, ya kan. Yang penting selesai," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan utang KCIC akan sepenuhnya diambil alih oleh pemerintah.

Adapun, konsorsium ini terdiri dari PTPN III, PT KAI dan WIKA (Persero). Namun, Purbaya menegaskan konsorsium tidak akan dibubarkan dan investor China tetap akan menjadi pemegang saham.

Dengan pengalihan tersebut, kepemilikan 60% saham KCIC tidak lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (Persero) maupun konsorsium PSBI. Sementara itu, 40% saham KCIC tetap dimiliki konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Ketika dialihkan ke Kementerian Keuangan, semua KCIC akan dikelola oleh Special Mission Vehicle (SMV). Namun, Purbaya tidak mengatakan apa SMV yang akan mengelola saham KCIC tersebut.

"Dialihkan ke Kemenkeu, semuanya dikelola oleh saya, KCIC itu. Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan Special Mission Vehicle (SMV) fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada yang lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN," ucap Purbaya.

Purbaya pun menegaskan pemegang saham KCIC tidak berubah, yakni sekitar 60% saham dimiliki konsorsium Indonesia dan 40% dimiliki konsorsium China.

"60% ke kita, sekitar 40%. Ada yang lain, masih ada China di situ kan. Sekarang kita tanya ke China juga. Sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Purbaya juga menegaskan bahwa restrukturisasi utang KCIC ini ditargetkan akan kelar pada September 2026.

(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Beri Sinyal China Mau Garap KA Cepat Bandung-Surabaya


Most Popular
Features