Ngeri! Trump Ancam Bom Oman, Yield Obligasi AS Tembus Rekor 19 Tahun

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 18/08/2026 16:03 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan perintah eksekutif terkait fleksibilitas vaksin, di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, pada 10 Agustus 2026. (REUTERS/Kylie Cooper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar keuangan global. Harga minyak mentah Brent melonjak ke level sekitar US$91 per barel pada awal pekan ini, setelah media Iran melaporkan penyitaan sebuah kapal tanker minyak di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Situasi kian memanas setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman akan mengebom Oman apabila negara tersebut dianggap menghalangi upaya Washington mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Dalam beberapa pekan terakhir, Iran diketahui semakin agresif dengan menyerang sejumlah kapal tanker yang berupaya melintasi selat tersebut.


Gejolak ini turut menekan pasar obligasi AS. Imbal hasil (yield) surat utang Treasury tenor 30 tahun ditutup pada level 5,31%, level tertinggi dalam 19 tahun terakhir. Sementara itu, yield Treasury tenor 10 tahun juga naik tipis ke posisi 4,725%, dari sebelumnya 4,695% pada perdagangan akhir pekan lalu.

Selain faktor geopolitik, investor juga tengah mencermati pelemahan ekonomi China. Data penjualan ritel China untuk periode Juli hanya tumbuh 0,6% secara tahunan, jauh di bawah ekspektasi pasar. Angka ini muncul tak lama setelah data penjualan ritel AS pekan lalu juga mengecewakan pelaku pasar, sehingga perhatian kini beralih ke laporan kinerja kuartalan raksasa ritel seperti Target dan Walmart sebagai indikator kesehatan konsumen Amerika.

Di tengah sentimen negatif tersebut, saham-saham produsen chip dan perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) justru mencatat penguatan. SpaceX menjadi sorotan setelah sahamnya melompat 4,4% menyusul terungkapnya sejumlah investor institusi dan individu besar dalam dokumen pengajuan terbaru perusahaan, termasuk Nvidia, Universitas Harvard, dan Peter Thiel.

Meski optimisme di sektor AI sempat memberi angin segar, hal itu tak cukup untuk menopang indeks utama Wall Street. Indeks Dow Jones ditutup melemah 0,5%, Nasdaq turun 0,3%, dan S&P 500 tergelincir 0,5% pada perdagangan Senin.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati laporan keuangan Home Depot yang dijadwalkan rilis Selasa, serta data housing starts dan produksi industri AS yang turut menjadi perhatian investor dalam menakar arah kebijakan The Fed selanjutnya.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harapan Damai Hormuz Memudar, Harga Minyak Batu Bara Melambung