Perang Rusia & Ukraina Memanas, Pabrik Baja-Gandum Jadi Sasaran

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Minggu, 16/08/2026 19:15 WIB
Foto: Asap membubung di atas wilayah Kyiv saat serangan rudal Rusia menghantam ibu kota Ukraina dalam gelombang serangan terbaru, Rabu (5/8/2026). (REUTERS/Vladyslav Sodel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia dan Ukraina kembali saling melancarkan serangan udara yang makin intens, membuat tanda-tanda perang kedua negara itu bisa berakhir makin tersamarkan.

Rusia menyerang sejumlah wilayah Ukraina, termasuk pabrik baja terbesar di negara tersebut, sementara Ukraina membalas dengan menggempur target strategis di Rusia.


Rangkaian serangan terbaru ini menunjukan semakin memanasnya konflik Rusia-Ukraina. Terlihat serangan yang semakin intensif menyerang infrastruktur industri, energi, logistik, hingga fasilitas militer.

Terbaru, pada Minggu (16/8/2026) pagi, Rusia menyerang pabrik baja terbesar di Ukraina di kota Kryvyi Rih, yang merupakan kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelensky.

Pejabat Ukraina melaporkan sedikitnya dua orang tewas dan sebanyak 14 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

"Akibat serangan tersebut, fasilitas produksi utama di sektor pembangkit listrik dan tanur tinggi mengalami kerusakan, dan proses produksi pabrik terhenti sebagian," tulis Pengelola Pabrik Arcelor Mittal Kryvyi Rih, melalui telegram, mengutip Reuters, Minggu (16/8/2026).

Serangan ini juga disebut memicu kebakaran di setidaknya dua distrik di ibu kota Ukranina. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan setidaknya ada tiga orang terluka, sedangkan Gubernur wilayah Kyiv Tymur Tkachenko mengatakan tiga orang orang termasuk seorang anak terluka akibat serangan drone di berbagai wilayah.

Ukraina Klaim Serang Fasilitas Produksi Bahan Bakar Rudal

Di sisi lain, Militer Ukraina mengatakan pihaknya juga menyerang sebuah fasilitas produksi bahan bakar rudal di wilayah Rostov, Rusia, pada Minggu dini hari.

"Perusahaan tersebut memproduksi propelan roket padat untuk sistem peluncur roket multipel, serta untuk berbagai sistem rudal dan persenjataan udara," kata Militer Ukraina, melalui telegram.

Rusia belum memberikan komentar langsung mengenai laporan itu. Serangan itu menjadi bagian dari peningkatan aksi saling serang antara Rusia dan Ukraina yang menyasar infrastruktur strategis kedua negara.

Drone Masuk Wilayah Rumania

Rumania yang berbatasan dengan Ukraina juga menjadi saksi aksi saling serang antar kedua negara.

Pesawat jet tempur F-18 yang menjalankan misi patroli udara NATO juga menembak jatuh sebuah drone yang menembus wilayah udaranya. Meskipun tidak disebut asal drone itu, tapi Juru Bicara Nato mengatakan drone itu diduga berasal dari Rusia.

Serangan ini terjadi tak lama setelah Rusia menghantam pelabuhan ekspor gandum terbesar Ukraina di Sungai Danube, dekat perbatasan Rumania, pekan lalu. Ukraina pun belakangan gencar menyasar target-target Rusia, termasuk kilang minyak, sementara kedua pihak sama-sama menyerang kapal-kapal komersial di Laut Hitam.

Kementerian Pertahanan Rumania mengatakan jet tempur F-18 yang merupakan bagian dari kontingen NATO asal Spanyol telah menembak jatuh sebuah drone di atas wilayah Rumania pada pukul 05.01 waktu setempat atau 02.01 GMT.

Kementerian mengatakan serpihan drone yang dihancurkan tersebut diduga jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni di antara dua desa. Meskipun, Rusia belum memberikan komentar mengenai insiden tersebut.

Gudang Wildberries Jadi Sasaran

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pihaknya telah menembak jatuh 822 drone Ukraina di seluruh wilayah Rusia dan dalam serangan serangan terbaru.

Gubernur wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengatakan seorang pria berusia 83 tahun tewas dalam salah satu serangan drone terbesar di wilayahnya, sejak konflik dimulai.

Vorobyov mengatakan sejumlah orang juga terluka di wilayah Podolsk. Selain itu, gudang milik Wildberries, peritel online terbesar Rusia juga turut terkena serangan.

Video yang direkam Reuters setelah serangan terhadap gudang Wildberries di Koledino memperlihatkan kepulan asap besar membubung dari lokasi tersebut. Gudang itu berada sekitar 45 kilometer di selatan Moskow.

Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina menargetkan Wildberries. Kyiv menuduh perusahaan tersebut menangani barang-barang militer sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk merusak infrastruktur ekonomi Rusia yang dianggap menopang kampanye militer Moskow.

Satu orang juga tewas dalam serangan drone terhadap sebuah bus di dekat kota Belgorod, Rusia bagian selatan, menurut gubernur wilayah tersebut. Wilayah Belgorod berbatasan dengan Ukraina.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video; Tarik Dana Asing, Pasar Modal RI Masih Butuh Katalis Positif