MARKET DATA

Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang, Ini Respons DPR

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
14 August 2026 18:45
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya Sufmi Dasco Ahmad menghadiri Rapat Kerja Koordinasi Nasional (Rakerkornas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hotel Claro, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (
Foto: (Tangkapan layar instagram)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad merespons pidato Presiden RI Prabowo Subianto yang melakukan pembenahan pada perusahaan BUMN. Sebab, Prabowo menilai sejumlah BUMN mengalami kinerja keuangan negatif yang cukup merugikan.

"Ya itu kan tadi ada usulan karena Pak Presiden terlalu bersemangat menyampaikan bahwa memang ke belakang itu BUMN-BUMN kita banyak yang rugi karena tata kelola yang tidak baik," ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengaku heran kepada sejumlah perusahaan pelat merah yang tidak bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya. Bahkan Ia akan mengusut sejumlah pengurus jajaran manajemen yang memimpin hingga 30 tahun ke belakang.

Ia juga berencana memberikan peluang semacam amnesti khusus untuk mereka yang mengakui kesalahan dan berkomitmen tak akan mengulangi kesalahannya. Namun rencana tersebut diserahkan kepada DPR RI.

"Nah tentunya kami akan kaji dulu mengenai hal itu dan juga kalaupun ada aturan kan itu adalah pemerintah dan DPR gitu," ungkapnya.

Sebelumnya, Prabowo mengaku terkejut pada banyaknya jumlah perusahaan BUMN yang mencapai lebih dari seribu perusahaan. Prabowo mengungkapkan lebih jauh, ribuan perusahaan BUMN juga terdiri dari anak hingga cicit usaha.

"BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya. Tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara. Pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini," ujarnya dalam pidato Sidang Tahunan MPR - Sidang Bersama DPR-DPD RI, hari ini, Jumat (14/8/2026).

Ia mengaku, terlalu banyak BUMN yang tidak produktif dan mencatat laporan keuangan yang terus merugi.

"Rugi terus laporannya untung. Ngarang aja itu untungnya itu. Kita kena masalah karena banyak perusahaan-perusahaan asing kan juga kerjasama dengan BUMN kita. Jadi kita harus menghilangkan ini, permainan-permainan ini," tutupnya.

 

(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BUMN Dirampingkan, Prabowo Targetkan Hemat Rp70 Triliun di Akhir 2026


Most Popular
Features