Tiba-Tiba IHSG Lompat 1%, Ternyata Gara-Gara Ini
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Namun, penguatan indeks kali ini terlihat belum mencerminkan penguatan pasar secara merata karena hanya satu saham menjadi penarik utama IHSG.
Berdasarkan data IDX Mobile pukul 14:55 WIB, IHSG berada di level 6.385,81 naik 84,04 poin atau 1,33% dari posisi penutupan sebelumnya 6.301,77.
Menariknya, penguatan IHSG sangat ditopang oleh saham Bayan Resources (BYAN). Saham BYAN tercatat melesat 20% ke level Rp14.400 per saham atau menyentuh batas atas perdagangan hariannya.
Kenaikan BYAN memberikan kontribusi sekitar 43,25 poin terhadap IHSG, atau lebih dari separuh total kenaikan indeks yang mencapai 84,04 poin.
Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp480,1 triliun, lonjakan saham BYAN memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Selain BYAN, sejumlah saham lain juga memberikan kontribusi positif, seperti VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) sebesar 5,21 poin, Amman Mineral Internasional (AMMN) 4,28 poin, Telkom Indonesia (TLKM) 3,13 poin, dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 2,91 poin.
Di sisi lain, sejumlah saham justru menjadi penahan laju IHSG. Bank Central Asia (BBCA) tercatat mengurangi IHSG sebesar 2,49 poin, sementara Barito Renewables Energy (BREN) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif 2,62 poin.
Kondisi tersebut menunjukkan penguatan IHSG hari ini belum sepenuhnya ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar secara luas. Bahkan, sektor keuangan tercatat melemah 0,08%, meskipun IHSG menguat 1,33%.
Dari 11 sektor yang tercatat, mayoritas berada di zona hijau. Sektor energi menjadi yang paling kuat dengan kenaikan 6,96%, disusul konsume primer 1,36%, bahan baku 1,33%, konsumer non-primer 1,05%, dan teknologi 1,03%.
Sementara itu, sektor kesehatan turun 0,53% dan utilitas melemah 0,89%.
Secara keseluruhan, sebanyak 338 saham menguat, 294 saham melemah, dan 331 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 24,77 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,76 triliun.
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]