IHSG Dibuka di Zona Merah, Turun Tipis 0,08% ke Level 6.296

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 14/08/2026 09:05 WIB
Foto: Ilustrasi berdoa dengan latar belakang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (14/8/2026). Investor menunggu kabar terbaru dari Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam Nota Keuangan serta masih terus mencermati hasil Morgan Stanley Capital International (MSCI) August 2026 Index Review yang diumumkan kemarin.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pukul 09.00 WIB, IHSG turun tipis 5,17 poin atau 0,08% ke level 6.296,59. 

Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 68,46 miliar dengan melibatkan 148,65 miliar saham dalam 20.424 kali transaksi. Adapun kapitalisasi pasar bursa mencapai Rp 11.065 triliun.


Hari ini menjadi hari penting bagi pasar keuangan RI karena adanya acara krusial yakni Pidato Kenegaraan dan penyampaian Nota Keuangan pada Sidang Tahunan MPR RI di Gedung DPR RI yang akan dimulai pada 08.30 WIB.
Sidang Bersama DPR, MPR, dan DPD RI menjadi penting karena Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan Pidato Kenegaraan sekaligus memaparkan arah kebijakan fiskal pemerintah untuk tahun anggaran 2027.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang digelar pada 16 Agustus, Sidang Bersama tahun ini dimajukan dua hari karena 16 Agustus 2026 jatuh pada Minggu.

Prabowo dijadwalkan menyampaikan Pidato Kenegaraan pada pagi hari. Pada siang harinya, Presiden akan menyampaikan Pidato Pengantar/Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2027 sekaligus Nota Keuangan.

Dua pidato tersebut akan menjadi sinyal penting bagi pasar.

Melalui Pidato Kenegaraan, Prabowo akan menyampaikan pencapaian 2026 dan prioritas pemerintah ke depan. Publik menunggu program prioritas apa saja yang akan menjadi tulang punggung 2027.

Program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu hal yang dinanti. Pasalnya, program tersebut bukan hanya menyangkut belanja negara, tetapi juga berkaitan dengan daya beli masyarakat, penyerapan produk dalam negeri, hingga aktivitas ekonomi di daerah.

Namun, perhatian terbesar pelaku pasar akan tertuju pada RAPBN 2027.

Lewat Nota Keuangan, pemerintah akan menunjukkan seberapa besar negara akan membelanjakan uang, dari mana pendapatan akan diperoleh, serta bagaimana pemerintah membiayai berbagai program prioritasnya.

Sementara itu, MSCI secara resmi mengumumkan August 2026 Index Review pada 12 Agustus waktu setempat atau 13 Agustus dini hari waktu Indonesia yang akan diimplementasikan pada 1 September. Hasilnya, tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan ke MSCI Global Standard Indexes.

MSCI telah menetapkan bahwa kenaikan Foreign Inclusion Factor dan Number of Shares untuk saham Indonesia tetap dibekukan. Tidak ada penambahan saham Indonesia ke Investable Market Indexes maupun perpindahan naik dari Small Cap menuju Standard Index.

Risiko Agustus telah terlihat secara teknis, yaitu GOTO dikeluarkan dari MSCI Indonesia Investable Market Index, CPIN turun dari Global Standard menuju Global Small Cap, serta sembilan saham dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes. Perubahan tersebut berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus atau efektif pada 1 September.

Ujian yang lebih menentukan berada pada November. MSCI akan menilai apakah reformasi transparansi kepemilikan, pengawasan konsentrasi pemegang saham dan perbaikan free float sudah diterapkan secara konsisten.

Jika kemajuan Indonesia dinilai belum memadai, MSCI dapat mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Namun, Indonesia tidak otomatis turun kelas pada November.

Dengan demikian, Nota Keuangan menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk memperkuat kepercayaan investor selama tiga bulan menuju evaluasi tersebut.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Profit Taking di Awal Agustus, IHSG Longsor ke Zona Merah