MARKET DATA

IHSG Turun 1,18% di Sesi 1, Asing Net Sell Rp1,18 Triliun

mkh,  CNBC Indonesia
13 August 2026 13:26
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing mencatatkan aksi jual bersih pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (13/8/2026), di tengah tekanan pasar setelah hasil MSCI August 2026 Index Review diumumkan.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas per perdagangan sesi I, investor asing mencatatkan foreign buy Rp1,78 triliun, sementara foreign sell mencapai Rp2,96 triliun. Dengan demikian, asing membukukan net sell Rp1,18 triliun.

Aksi jual asing tersebut sejalan dengan tekanan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan sesi I, IHSG berada di level 6.298,34, melemah 1,18% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.373,85.

Tekanan bahkan sempat membawa IHSG menyentuh level terendah 6.281,57, sebelum indeks sedikit memangkas pelemahan.

Dari sisi saham, aksi jual asing terbesar justru tidak terkonsentrasi pada saham-saham yang baru saja dikeluarkan dari indeks MSCI.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan net sell Rp147,57 miliar. Selanjutnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat net sell Rp118,39 miliar dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp82 miliar.

Berikutnya terdapat PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan net sell Rp79,16 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp64,41 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp54,89 miliar.

Asing juga melepas saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp43,94 miliar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp41,57 miliar, PT Indosat Tbk (ISAT) Rp36,49 miliar, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp35,74 miliar.

Di sisi lain, aksi beli asing relatif terbatas. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, tetapi nilainya hanya sekitar Rp11,08 miliar. Selanjutnya terdapat PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp8,61 miliar dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp6,58 miliar.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sinyal Baru Asing, Borong Saham Bank BUMN


Most Popular
Features