Asing Net Buy Rp326 Miliar Kala IHSG Lompat, Borong Saham Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan Rabu (12/8/2026), setelah terkoreksi tajam pada perdagangan kemarin.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 12.00 WIB IHSG berada di level 6.330,56, terapresiasi 1,00% dari penutupan sebelumnya. Hingga jeda makan siang, nilai transaksi mencapai Rp7,92 triliun dengan volume perdagangan 19,43 miliar saham dalam 1,18 juta kali transaksi. Sebanyak 449 saham menguat, 171 saham melemah, dan 170 saham stagnan. Emiten yang paling ramai ditransaksikan pagi ini antara lain CUAN, BBCA, BUMI, PTRO, dan BMRI.
Pelaku pasar hari ini tengah menanti dua agenda penting, yakni rilis inflasi Amerika Serikat (AS) periode Juli yang dijadwalkan malam ini, serta pengumuman MSCI August 2026 Index Review yang berpotensi memengaruhi bobot saham Indonesia dan arus dana asing ke depan.
Baca: IHSG Lompat 1% Balik ke Level 6.330
Sejalan dengan penguatan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp326,91 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp4,99 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,66 triliun dan foreign sell Rp2,33 triliun.
Perburuan asing terbesar tertuju pada saham perbankan raksasa, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dengan nilai net buy mencapai Rp236,76 miliar - jauh melampaui saham lainnya. Di posisi berikutnya terdapat PT Petrosea Tbk. (PTRO) senilai Rp88,02 miliar, disusul PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) sebesar Rp82,22 miliar.
Selain itu, investor asing juga memborong PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) sebesar Rp79,12 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) Rp60,20 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) Rp35,93 miliar.
Di sisi lain, aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan nilai mencapai Rp118,37 miliar. Disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp65,98 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp27,99 miliar.
Tekanan jual juga terlihat pada PT United Tractors Tbk. (UNTR) sebesar Rp19,44 miliar, PT Indosat Tbk. (ISAT) Rp16,71 miliar, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk. (MDKA) Rp15,77 miliar.
Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Rabu (12/8/2026).
Net Foreign Buy
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp236,76 miliar
PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp88,02 miliar
PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp82,22 miliar
PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp79,12 miliar
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) - Rp60,20 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp35,93 miliar
PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) - Rp34,42 miliar
PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp24,55 miliar
PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) - Rp11,45 miliar
PT XL Axiata Tbk. (EXCL) - Rp10,11 miliar
Net Foreign Sell
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp118,37 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp65,98 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp27,99 miliar
PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp19,44 miliar
PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp16,71 miliar
PT Merdeka Gold Resources Tbk. (MDKA) - Rp15,77 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp15,51 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) - Rp13,05 miliar
PT DMS Propertindo Tbk. (KOTA) - Rp12,46 miliar
PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp10,99 miliar
(fsd/fsd)