MARKET DATA

Gandeng InJourney Dorong Wisata, Garuda Tebar 170.845 Tiket Gratis

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
12 August 2026 08:29
FILE PHOTO: Garuda Indonesia planes are seen on the tarmac of Terminal 3, Soekarno-Hatta International Airport near Jakarta, Indonesia April 28, 2017. REUTERS/Darren Whiteside
Foto: REUTERS/Darren Whiteside

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) bekerja sama dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan internasional melalui program "Discover More Indonesia'.

Group Head of Marketing Garuda Prina Eka Putri memaparkan, melalui program ini wisatawan asing yang membeli tiket rute internasional tujuan Indonesia akan mendapat tiket penerbangan domestik secara gratis (free add-on flight) ke berbagai destinasi wisata Tanah Air.

"Tantangan kita bukan hanya lagi bagaimana membawa lebih banyak pelaku perjalanan internasional datang ke Indonesia," ujarnya di gedung Sarinah Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Prina mengungkapkan, melalui program ini seli dapat meningkatkan okupansi pesawat juga mendorong ekosistem pariwisata Indonesia. "Bagaimana satu kedatangan itu tidak hanya berhenti ke satu titik, tapi juga dapat berkembang menjadi perjalanan ke destinasi kedua dan ketiga mungkin selanjutnya," ucapnya.

Namun, Prina mengungkapkan, tiket internasional dengan bonus penerbangan gratis ke tujuan daerah lainnya ini terbatas. Garuda hanya memberikan sebanyak 170.845 tiket saja. Jumlah tiket gratis domestik ini disesuaikan dengan nuansa Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia.

"Angka ini 170.845 itu kita memang sekalian memperingati bulan ini adalah bulannya kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 di mana kita merdeka," ungkapnya.

Prina menyebut program gratis tiket domestik ini dibuka untuk periode penerbangan sejak awal Agustus hingga 30 November 2026 melalui semua kanal pembelian tiket penerbangan Garuda. Harapannya, program tersebut dapat berdampak pada industri pariwisana nasional, termasuk mendorong kunjungan ke lebih banyak daerah, meningkatkan okupansi di hotel, UMKM, dan sektor pariwisata lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Senior Vice President Corporate Secretary InJourney Yudhistira Setiawan mengatakan, meningkatkan ekonomi di sektor pariwisata tidak dapat diukur dari jumlah wisatawan yang datang. Melainkan lama wisatawan asing tersebut menetap, jumlah destinasi yang dikunjungi, dan besarnya pengeluaran wisatawan juga menjadi indikator penting.

Ia mencatat, rata-rata pengeluaran wisatawan asing pada kuartal II 2024 mencapai sekitar US$1.285 dengan rata-rata lama tinggal 10 malam. Dengan adanya program penerbangan tambahan domestik gratis memang ditujukan untuk meningkatkan wisman lebih lama berlibur sekaligus mendorong aktivitas dan belanja wisatawan di daerah.

"Kita melihatnya adalah yang lebih penting lagi adalah berapa lama sih mereka tinggal di Indonesia? Lalu kemudian berapa banyak destinasi yang dikunjungi? Dan kemudian tentunya berapa besar spending mereka di destinasi-destinasi tersebut," tutupnya.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 120 Hotel BUMN Digabung, Injourney Jadi Operator Hotel Terbesar Kedua


Most Popular
Features