Purbaya Ungkap Ada Ide Keuntungan Danantara Masuk APBN
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan keuntungan yang diperoleh BPI Dananatra nantinya akan disalurkan kembali ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini disampaikannya saat menemui pewarta di Kantor Kemenkeu, Jakarta (11/8/2026).
"Nanti kita lihat, itu baru ide, jadi kontribusi Danantara ke saya, yang saya tahu seperti itu," ujar Purbaya.
Adapun, pernyataan Purbaya ini terkait dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PP Nomor 10 Tahun 2025 mengenai Organisasi dan Tata Kelola Danantara yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 8 April 2026.
Dalam aturan ini, holding investasi yang dibentuk untuk mendukung pembangunan nasional dan pelayanan publik dapat menerima penyertaan modal negara (PMN). Dukungan pemerintah tersebut dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari dana tunai, barang milik negara, piutang negara kepada BUMN maupun perseroan terbatas, hingga aset negara lainnya.
Sejauh ini, Presiden RI Prabowo Subianto mengaku mendapatkan laporan bahwa pendapatan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tercatat melonjak hingga 400%.
Capaian itu diperoleh hanya dalam waktu satu tahun setelah Danantara diluncurkan pada 2025. Presiden meminta agar angka pendapatan tersebut diverifikasi melalui audit menyeluruh.
"Dalam satu tahun beroperasi Danantara, saya dapat laporan bahwa revenue atau penghasilan dari Danantara sudah naik 400%, saudara-saudara, kurang lebih. Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek. Tapi kalaupun tidak 400%, 300% atau 200%, ini tetap peningkatan yang sangat signifikan dalam satu tahun bekerja," kata Prabowo, saat memberikan sambutan.
Saat ini, Danantara memiliki total aset BUMN mencapai sekitar US$1.000 miliar atau setara Rp17.800 triliun. Danantara pun ditarget menghasilkan keuntungan minimal Rp800 triliun (US$50 miliar) per tahun ke kas negara.
(haa/haa)