Bos Oona Insurance Buka-bukaan Soal Risiko Asuransi Mobil Listrik
Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) semakin besar di Indonesia, sehingga tidak heran jika banyak perusahaan asuransi mulai masuk ke pasar EV. Salah satunya Oona Insurance Indonesia.
President Director & Chief Executive Office (CEO) Oona Insurance Indonesia, Vincent Soegianto melihat potensi pasar EV semakin besar. Namun tantanganya dari sisi risiko dan tingginya loss ratio kendaraan listrik.
"Nah, sementara di kita challenge-nya itu adalah loss ratio yang lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional dan ini sesuatu yang memang sedang berjalan. Sehingga banyak perusahaan asuransi yang masih ragu-ragu untuk mengambil resiko EV. Tapi kita sangat pioneer, jadi kita early adopter untuk ambil EV," ungkap dia dalam acara Multifinance CEO Gathering 2026 with OJK bertema "Navigating Uncertainty: Menjaga Performa Bisnis Multifinance di Tengah Tantangan Ekonomi dan Perubahan Lanskap Risiko," di Parle Senayan, Selasa (11/8/2026).
Vincent menjelaskan, Oona hadir sebagai salah satu perusahaan asuransi yang lebih awal berhadapan dengan risiko di segmen kendaraan listrik. Kendati begitu, harus diakui bahwa data historis mengenai kendaraan listrik masih relatif pendek dan sampai sekarang belum sepenuhnya kondusif secara komersial. Hal ini membuat perusahaan asuransi perlu lebih hati-hati dalam menyusun strategi underwriting serta penetapan harga premi.
Dia melanjutkan, kondisi-kondisi tersebut pada akhirnya menimbulkan dampak secara langsung pada perusahaan multifinance. Pasalnya, jika perusahaan asuransi tidak mau menanggung risiko dari kendaraan listrik, maka perusahaan pembiayaan pun kemungkinan akan sulit mendapatkan perlindungan terhadap aset yang mereka biayai.
"Kalau perusahaan asuransinya gak berani taking the risk of the EV jadi gak ada protection buat multi finance. Nah, ini sesuatu yang kita mesti diskusikan bersama dengan rekan-rekan di ekosistem," terangnya.
Lantas, Vincent memandang bahwa komunikasi dan kolaborasi antar-pelaku industri menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekosistem otomotif, multifinance, dan asuransi. Sebab, kebutuhan proteksi konsumen mulai mengalami pergeseran sejalan dengan perubahan model bisnis pembiayaan.
(dpu/dpu)