CLOSE AD
MARKET DATA

Asing Net Sell Rp774 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Redaksi,  CNBC Indonesia
11 August 2026 14:38
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan sesi I, Selasa (11/8/2026). IHSG tertekan dan sempat turun 1,15% pada awal perdagangan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pada penutupan sesi I IHSG turun 55,50 poin atau 0,87% ke posisi 6.309,87, setelah dibuka di level 6.383,81. Sepanjang perdagangan sesi I, indeks bergerak di rentang 6.291,19-6.388,58. Tekanan tercermin dari mayoritas saham yang bergerak turun: sebanyak 169 saham menguat, 488 saham melemah, dan 306 saham stagnan, dengan total volume perdagangan 20,04 miliar saham senilai Rp7,83 triliun dalam 1,21 juta kali transaksi. Seluruh sektor saham tercatat berada di zona merah, dipimpin sektor utilitas yang turun 1,38% dan finansial yang terkoreksi 1,14%

Pelemahan indeks turut dibayangi eskalasi ketegangan geopolitik, setelah Presiden AS Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas korban perang sebagai syarat kesepakatan damai, yang berpotensi mempersulit pembukaan kembali Selat Hormuz. Harga minyak dunia pun melonjak sekitar 5% dengan WTI ditutup di US$82,13 per barel dan Brent US$87,72 per barel.

Sejalan dengan pelemahan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) yang cukup besar, yaitu Rp774,89 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.

Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp4,13 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp1,68 triliun dan foreign sell Rp2,45 triliun.

Aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan nilai mencapai Rp131,35 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang dilepas asing senilai Rp87,19 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp81,23 miliar - sejalan dengan saham BBCA yang tercatat sebagai penekan utama IHSG hari ini.

Selain itu, investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp72,75 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp32,53 miliar, PT Astra International Tbk. (ASII) Rp30,35 miliar, serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Rp30,00 miliar.

Di sisi lain, sejumlah saham masih menjadi buruan investor global. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp61,38 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) senilai Rp57,39 miliar.

Selanjutnya, asing juga memborong PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp40,44 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp18,35 miliar, serta PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Rp13,54 miliar.

Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Selasa (11/8/2026).

Net Foreign Buy

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp61,38 miliar
  2. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp57,39 miliar
  3. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp40,44 miliar
  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp18,35 miliar
  5. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) - Rp13,54 miliar
  6. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp11,06 miliar
  7. PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) - Rp8,92 miliar
  8. PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) - Rp8,78 miliar
  9. PT Timah Tbk. (TINS) - Rp8,57 miliar
  10. PT Indosat Tbk. (ISAT) - Rp8,53 miliar

Net Foreign Sell

  1. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp131,35 miliar
  2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp87,19 miliar
  3. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp81,23 miliar
  4. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) - Rp72,75 miliar
  5. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) - Rp32,53 miliar
  6. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp30,35 miliar
  7. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp30,00 miliar
  8. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - Rp15,05 miliar
  9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) - Rp10,53 miliar
  10. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp10,10 miliar
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Lesu, Asing Kompak Buang 10 Saham Ini


Most Popular
Features