Ada Transaksi Nego Rp1,3 Triliun di Saham DSSA

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 11/08/2026 09:40 WIB
Foto: Dok DSSA

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), mencatatkan transaksi jumbo di pasar negosiasi pada perdagangan Senin (10/8/2026). Nilainya mencapai Rp 1,3 triliun yang dilakukan dalam tiga kali transaksi.

Mengacu data perdagangan Stockbit, sebanyak 13,3 juta lot atau setara 1,33 miliar saham DSSA berpindah tangan di pasar nego dengan harga rata-rata Rp 974 per saham. Total nilainya mencapai Rp 1.297,2 miliar atau Rp 1,3 triliun.


Harga tersebut berada di bawah harga penutupan DSSA di pasar reguler pada hari yang sama, yakni Rp 985 per saham. Artinya, transaksi nego jumbo itu dieksekusi dengan diskon sekitar 1,12% dari harga pasar.

Masih belum diketahui pasti siapa pihak yang melakukan transaksi jumbo tersebut. Namun mengutip data distribusi broker di pasar nego, transaksi tersebut difasilitasi oleh broker dari internal grup.

Di sisi penjual (seller), seluruh transaksi senilai Rp 1,30 triliun dieksekusi oleh PT Sinarmas Sekuritas (DH). Sementara di sisi pembeli (buyer), transaksi terbagi antara PT RHB Sekuritas Indonesia (DR) senilai Rp 677,62 miliar dan Sinarmas Sekuritas (DH) sebesar Rp 619,12 miliar.

Transaksi ini terjadi bertepatan dengan jadwal pelaksanaan aksi korporasi DSSA. Sebelumnya, manajemen mengumumkan rencana pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) sebanyak-banyaknya 9.631.904.000 lembar saham atau setara 5% dari seluruh saham yang diterbitkan dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengalihan dilakukan melalui mekanisme penjualan di bursa, dimulai 10 Agustus 2026 hingga seluruh prosesnya rampung.

Dalam aksi korporasi tersebut, DSSA menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai anggota bursa yang bertugas melaksanakan proses pengalihan saham. Adapun harga pengalihan mengacu pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen DSSA mengenai transaksi di pasar negosiasi tersebut.

Aliran dana asing juga tercatat deras masuk ke saham DSSA pada perdagangan Senin. Di seluruh pasar, investor asing membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,40 triliun, dengan nilai pembelian asing (foreign buy) mencapai Rp 1,66 triliun berbanding penjualan asing (foreign sell) Rp 258,66 miliar.

Namun, mayoritas aliran masuk itu bukan berasal dari pasar reguler. Net buy asing di pasar tunai & negosiasi tercatat Rp 1,30 triliun, sementara di pasar reguler hanya Rp 105,34 miliar.

Sebagai catatan, transaksi di pasar negosiasi dilakukan berdasarkan kesepakatan harga langsung antara penjual dan pembeli di luar mekanisme lelang berkelanjutan pasar reguler. Karena itu, transaksi ini tidak memengaruhi pembentukan harga penutupan saham di pasar reguler.

Sehari berselang, saham DSSA justru tertekan. Pada perdagangan Selasa (11/8/2026), DSSA sempat dibuka menguat di level Rp 990 per saham dan menyentuh posisi tertinggi Rp 995.

Namun tekanan jual dengan cepat menyeret harga saham ke zona merah. DSSA sempat anjlok hingga menyentuh level terendah Rp 935 per saham atau melemah 5,08% dari penutupan sebelumnya di Rp 985 per saham, sebelum bergerak fluktuatif di kisaran Rp 940-Rp 960 pada awal sesi.

Sepanjang tahun ini, DSSA menjadi salah satu saham dengan pergerakan paling fluktuatif di bursa, seiring transformasi bisnis perseroan dari ketergantungan pada batu bara menuju ekosistem energi baru terbarukan (EBT) dan infrastruktur digital, termasuk pengembangan pusat data (data center) dan layanan internet.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BNI Siap Buyback Saham Rp627 Miliar