IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,29% ke Level 6.383
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (10/8/2026), setelah terkoreksi pada perdagangan kemarin. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.00 WIB IHSG berada di level 6.383,81 atau terapresiasi 0,29% dari penutupan sebelumnya.
Nilai transaksi mencapai Rp 139,52 miliar dengan volume perdagangan 385,31 juta saham dalam 28.660 juta kali transaksi. Sebanyak 222 saham menguat, 79 saham melemah, dan 318 saham masih belum bergerak.
Pergerakan IHSG hari ini masih dibayangi sejumlah sentimen yang datang dari domestik maupun global.
Presiden AS Donald Trump pada Senin (10/8/2026) menanggapi tuntutan Iran untuk kesepakatan damai dengan tuntutan baru agar Teheran membayar kompensasi atas korban tewas akibat perang, serangan, dan aksi demonstrasi.
Trump mengatakan Iran harus membayar kerusakan yang terjadi selama 50 tahun terakhir, termasuk kompensasi bagi warga sipil dan pasukan AS yang tewas di kawasan tersebut. Tuntutan baru ini berpotensi semakin mempersulit upaya membuka kembali Selat Hormuz.
Sebelumnya, Iran menuntut kompensasi, penghentian sanksi, serta penghentian ancaman militer AS sebagai syarat pembukaan kembali jalur strategis tersebut.
Harga minyak melonjak sekitar 5% pada Senin (10/8/2026) karena keraguan bahwa AS dan Iran akan mencapai kesepakatan untuk membuka kembali lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Harga WTI ditutup US$82,13/barel, sementara Brent US$87,72/barel.
Dari dalam negeri, setelah periode net sell yang sangat panjang, investor asing mulai masuk ke bursa saham Indonesia meskipun terbatas.
Pada perdagangan Senin kemarin, terpantau asing membukukan net foreign inflow sebesar Rp 829,69 miliar di all market namun mencatatkan net foreign sell di pasar reguler sebesar Rp 875,51 miliar.
Dari 141 hari perdagangan sejak 2 Januari, asing masih mencatat net sell dalam 93 hari dan net buy dalam 48 hari. Jadi, satu sesi pembelian besar belum menghapus tren distribusi sepanjang tahun.
Sehingga apabila data ditarik secara year-to-date bursa saham mengalami net foreign outflow sebesar Rp 70,46 triliun di all market dan Rp 95,37 triliun di reguler market.
Pasar saham Indonesia sempat mencatat net buy sangat besar pada Jumat pekan lalu yakni sebesar Rp1,24 triliun di pasar secara keseluruhan sementara di pasar reguler mengalami net inflow Rp 917,23 miliar.
Mulai masuknya asing ini menjadi kabar baik setelah asing kabur besar-besaran pada periode Mei-Juli 2026. Namun, dorongan asing ini masih sangat terbatas.
(fsd/fsd)