Survei BPS Terbaru: 7 dari 10 Orang Indonesia Kini Melek Keuangan

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Selasa, 11/08/2026 06:55 WIB
Foto: Dok: Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLK) tahun 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan meningkat. Survei ini melibatkan 75.000 responden yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan bahwa indeks literasi keuangan naik menjadi 69,57% tahun ini. Ia mengatakan angka itu meningkat 2,93% dari tahun 2025 yang sebesar 2,93%.

"Artinya sekitar 70 dari 100 penduduk di Indonesia umur 15 sampai dengan 79 tahun telah memenuhi kriteria well literate," jelas Amalia saat konferensi pers Hasil SNLIK 2026 di Gedung BPS, Senin (10/8/2026).


Ia mengakui bahwa Indeks Literasi Keuangan perkotaan relatif lebih tinggi dibandingkan perdesaan dan juga mengalami peningkatan sebesar 1,54% poin. Berdasarkan jenis kelamin, Indeks Literasi Keuangan laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan dan saat ini level literasi keuangan laki-laki dan perempuan relatif berimbang.

Untuk indeks inklusi keuangan secara nasional pada tahun 2026 meningkat dari 92,74% menjadi 93,61% atau naik 0,87%. Di pedesaan, Indeks Literasi Keuangan meningkat cukup signifikan sebesar 4,55% basis poin. Berdasarkan jenis kelamin, Indeks Literasi Keuangan laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan dan saat ini level literasi keuangan laki-laki dan perempuan relatif berimbang.

Secara provinsi, tiga provinsi dengan indeks inklusi keuangan tertinggi adalah DKI Jakarta, disusul dengan DI Yogyakarta, dan Kepulauan Riau. Namun, wilayah Indonesia bagian timur masih tertinggal.

"Sementara itu capai di Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Maluku Utara menunjukkan masih dibutuhkan ruang penguatan untuk lebih menguat ke depannya," tutur Amalia.

Dari grafis yang ditampilkan dalam paparan, terlihat indeks inklusi ketiga provinsi tersebut hanya di kisaran 70%. Sementara itu, tingkat literasi jauh lebih rendah, dengan Papua Pegunungan hanya 17,65%, Papua Selatan sebesar 36,97% dan Papua Tengah 34,62%.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Urgensi Optimalisasi KUB Demi Perkuat Likuditas & Layanan BPD