Rekomendasi Saham Hari Ini: DSSA, BKSL, hingga SMGR

, CNBC Indonesia
Jumat, 07/08/2026 08:50 WIB
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71 pada perdagangan Kamis (6/8).

Pelemahan indeks terjadi di tengah penguatan saham DSSA sebesar 12,14%, BREN 3,30%, dan ASII 1,49% yang menjadi penopang utama. Sebaliknya, BBCA turun 1,55%, TLKM melemah 2,21%, dan MORA terkoreksi 4,55% sehingga menjadi pemberat indeks.

Investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp217,24 miliar di pasar reguler dan Rp273,47 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, tujuh dari sebelas sektor berakhir di zona merah. Sektor properti mencatat pelemahan terdalam sebesar 0,70%, sementara sektor energi menjadi sektor dengan penguatan terbesar sebesar 1,43%.


Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat juga ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,85% ke level 53.885, S&P 500 melemah 0,18% ke level 7.709, sedangkan Nasdaq bergerak relatif stabil dengan penurunan tipis 0,06% ke level 26.348.

Sentimen pasar turut dipengaruhi spekulasi mengenai potensi penambahan kuota produksi bijih nikel Indonesia pada semester II-2026 yang memunculkan kekhawatiran terhadap peningkatan pasokan global. Kondisi tersebut turut membebani prospek saham produsen nikel, seiring pelemahan indeks ETF EIDO sebesar 0,71% dan MSCI Indonesia sebesar 0,53%.

Dari sisi aksi korporasi, ada Ancora Indonesia Resources (OKAS) melalui entitas anaknya, Kemitraan MNK BME (KMB), memperoleh dua kontrak penyediaan solusi bahan peledak pertambangan dengan nilai sekitar US$60 juta yang berlaku hingga 2029–2030.

Kontrak tersebut terdiri dari kontrak baru senilai sekitar US$11 juta untuk proyek tambang di Kutai Timur, Kalimantan Timur, serta perpanjangan kontrak sekitar US$49 juta dengan salah satu kontraktor tambang batu bara di Kalimantan Selatan. 

Penambahan kontrak ini menjadi perkembangan positif di tengah kinerja semester I-2026 yang masih tertekan. Penjualan neto tercatat relatif stabil di US$76,33 juta atau naik 0,32% secara tahunan, sementara laba periode berjalan turun 82,00% menjadi US$1,06 juta akibat penyusutan margin. Nilai kedua kontrak tersebut setara sekitar 78,61% dari penjualan semester I-2026, meski realisasinya akan berlangsung secara bertahap hingga 2030.

Selanjutnya ada Ciputra Development (CTRA) memulai pembangunan Senja Beach Club sebagai bagian dari pengembangan kawasan Ciputra Beach Resort seluas 60 hektare di Kedungu, Tabanan, Bali.

Fasilitas berkonsep modern tropis ini akan dilengkapi restoran, area makan menghadap pantai, day bed, sunken pool bar, hingga area lanskap untuk penyelenggaraan acara privat dan pernikahan. 

Proyek tersebut dikembangkan melalui entitas anak Ciputra Nirvanadwipa yang dimiliki sebesar 73,02% dan memiliki total aset sekitar Rp1,12 triliun.

Pengembangan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber pendapatan berulang, setelah perseroan mencatat pendapatan Rp12,62 triliun dan laba bersih Rp2,66 triliun pada FY2025, yang masing-masing tumbuh 12,77% dan 25,25% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Arsy Buana Travelindo (HAJJ) menargetkan peningkatan laba pada 2026 melalui pengelolaan penuh salah satu hotel di Madinah.

Langkah ini diharapkan memberikan ruang margin yang lebih baik dibandingkan skema sebelumnya yang hanya menyewa sebagian blok kamar untuk dipasarkan kepada jemaah. Strategi tersebut sejalan dengan fokus perseroan pada portofolio hotel dengan margin yang lebih tinggi. 

Pada semester I-2026, pendapatan turun 30,31% menjadi Rp363,60 miliar, sedangkan laba komprehensif periode berjalan berkurang 12,35% menjadi Rp23,60 miliar.

Meski demikian, margin laba kotor meningkat menjadi 18,80% dari 13,37% pada periode yang sama tahun lalu karena laba kotor tetap terjaga di Rp68,36 miliar. Perbaikan kualitas profitabilitas tersebut juga diikuti penurunan rasio liabilitas terhadap ekuitas menjadi 1,47 kali dari 2,00 kali pada akhir FY2025.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas 

  • DSSA - Buy 950-960 | TP 975-990 | SL 905

DSSA Transaksi di Sini!



  • BKSL - Buy 75-77 | TP 79-80 | SL 71

BKSL Transaksi di Sini!



  • GTSI - Buy 192-194 | TP 197-200 | SL 182

GTSI Transaksi di Sini!



  • CDIA - Buy 685-695 | TP 710-720 | SL 655

CDIA Transaksi di Sini!



  • SMGR - Buy 1605-1615 | TP 1635-1675 | SL 1530

SMGR Transaksi di Sini!



Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)