MARKET DATA

Rupiah Menang Lawan Dolar AS, Ditutup Menguat ke Rp17.910

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
06 August 2026 15:07
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah kembali ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda mampu mempertahankan penguatan meski indeks dolar AS berbalik naik tipis pada perdagangan sore ini.

Merujuk data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Kamis (6/8/2026), rupiah berhasil terapresiasi 0,08% ke posisi Rp17.910/US$.

Penguatan tersebut melanjutkan kenaikan tajam pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup menguat 0,50% ke level Rp17.925/US$ setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia melampaui perkiraan pasar.

Rupiah telah bergerak di zona hijau sejak pembukaan perdagangan dengan penguatan 0,14% ke posisi Rp17.900/US$. Sepanjang hari ini, rupiah bergerak relatif stabil pada rentang level Rp17.890-Rp17.922 per dolar AS.

Meski melemah 10 poin dari posisi pembukaan, rupiah tetap berakhir 15 poin lebih kuat dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau berbalik menguat tipis 0,07% ke posisi 99,749.

Penguatan rupiah di perdagangan hari ini masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang lebih tinggi daripada perkiraan pasar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2026. Realisasi tersebut lebih tinggi daripada konsensus 15 lembaga dan institusi yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,12%.

Meski demikian, pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% secara tahunan. Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 3,58%, berbalik dari kontraksi 0,77% pada kuartal sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 tetap baik dan berada dalam kisaran 4,9%-5,7% secara tahunan.

Proyeksi tersebut ditopang oleh permintaan domestik serta kebijakan pemerintah dan BI yang diarahkan untuk terus mendorong aktivitas ekonomi.

"Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," tegas Direktur Eksekutif BI Ramdan Denny, Kamis (6/8/2026).

Dari sisi eksternal, DXY berbalik menguat tipis pada perdagangan sore ini. Namun, indeks dolar AS masih berada di bawah level psikologis 100 setelah sebelumnya tertekan oleh penurunan harga minyak,yang membuat melemahnya ekspektasi akan inflasi, dan data ketenagakerjaan swasta AS yang lebih rendah daripada perkiraan.

(evw/evw) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.980


Most Popular
Features