Asing Diam-Diam Kompak Serok Bank BUMN

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 06/08/2026 15:10 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perbankan pelat merah menjadi buruan investor asing pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis (6/8/2026). Sebaliknya, saham bank swasta terbesar di Tanah Air, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), justru menjadi sasaran aksi jual terbesar investor global.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, tiga bank Himbara kompak masuk jajaran teratas net foreign buy sepanjang sesi pertama. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) diborong asing senilai Rp72,70 miliar, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp58,21 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp32,92 miliar. Total, ketiganya menyerap dana asing hingga Rp163,83 miliar.


Di sisi lain, BBCA justru dilepas asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp86,58 miliar - menjadikannya saham dengan net foreign sell terbesar di seluruh pasar pada sesi I hari ini.

Perbedaan arah aliran dana asing tersebut tercermin pula pada pergerakan harga sahamnya. BBCA terkoreksi 50 poin atau 0,78% ke level Rp6.400 per saham, menjadi satu-satunya saham bank berkapitalisasi besar yang berada di zona merah.

Sementara itu, saham-saham bank BUMN kompak menghijau pada akhir perdagangan sesi pertama. BBRI menguat 30 poin atau 0,99% ke Rp3.050 per saham, BBNI naik 20 poin atau 0,55% ke Rp3.650 per saham, dan BMRI bertambah 10 poin atau 0,24% ke Rp4.230 per saham. Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) terapresiasi 5 poin atau 0,41% ke level Rp1.225 per saham.

Penguatan paling mencolok justru datang dari saham bank swasta lainnya, PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN), yang melonjak 340 poin atau 8,06% ke level Rp4.560 per saham. Saham BDMN juga tercatat dikoleksi asing senilai Rp6,32 miliar pada sesi I.

Meski saham perbankan bergerak bervariasi, sektor finansial secara keseluruhan tercatat menjadi salah satu sektor yang terkoreksi hari ini, bersama sektor kesehatan, teknologi, dan properti. Sebaliknya, sektor utilitas, industri, dan konsumer primer menjadi penopang utama indeks.

Adapun secara keseluruhan, investor asing membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp339,05 miliar di seluruh pasar sepanjang sesi I. Nilai transaksi asing mencapai Rp5,06 triliun, dengan rincian foreign buy Rp2,36 triliun dan foreign sell Rp2,70 triliun.

Pada penutupan sesi pertama pukul 12.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri bergerak stagnan di level 6.351,22 atau tidak beranjak dari posisi penutupan sebelumnya, dengan nilai transaksi mencapai Rp10,36 triliun.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Profit Taking di Awal Agustus, IHSG Longsor ke Zona Merah