Saham Emiten Grup Djarum (BACH) ARB 3 Hari Beruntun, Ambles 38%
Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan jual terhadap saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) belum mereda. Saham emiten yang baru saja dikuasai Grup Djarum ini kembali terkunci di batas Auto Rejection Bawah (ARB) pada perdagangan Kamis (6/8/2026), menandai ARB tiga hari berturut-turut sejak Selasa (4/8/2026).
Berdasarkan data Stockbit hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, saham BACH ambles 14,86% atau 110 poin ke level Rp630 per saham. Saham ini bahkan dibuka langsung di level ARB. Nilai transaksi tercatat Rp112,48 miliar dengan volume 1,78 juta lot dan harga rata-rata Rp631 per saham.
Kondisi orderbook BACH menunjukkan tekanan jual yang masih sangat kuat. Tidak terdapat satupun antrean beli (bid) yang tersisa, sementara antrean jual (offer) menumpuk hingga total 478.944 lot dengan frekuensi 4.697 kali.
Antrean jual terbesar bertengger tepat di level ARB Rp630 sebanyak 291.753 lot dengan frekuensi 2.700 kali. Sisanya tersebar di level Rp635 (11.401 lot), Rp640 (5.723 lot), Rp645 (4.569 lot), hingga Rp675 (7.584 lot).
Rentetan ARB BACH dimulai pada Selasa (4/8/2026), ketika saham ini anjlok 14,78% atau 150 poin ke Rp865 dengan nilai transaksi Rp204,46 miliar. Tekanan berlanjut pada Rabu (5/8/2026) dengan koreksi 14,45% atau 125 poin ke level Rp740, meski nilai transaksi menyusut drastis menjadi hanya Rp18,74 miliar seiring keringnya likuiditas.
Dengan koreksi hari ini, saham BACH sudah terpangkas sekitar 37,9% dari level puncaknya di Rp1.015 pada Senin (3/8/2026).
Sebagai catatan, reli BACH sebelumnya naik tajam, dengan penguatan berturut-turut sebesar 1,90% (27 Juli), 10,28% (28 Juli), 12,71% (29 Juli), 15,04% (30 Juli), 15,03% (31 Juli), dan 15,34% (3 Agustus), atau melonjak hampir 93% hanya dalam enam hari perdagangan.
Aliran dana asing juga terlihat berbalik arah. Sepanjang pekan ini, investor asing membukukan net sell di pasar reguler senilai Rp5,29 miliar, dengan nilai jual (F Sell) Rp44,65 miliar berbanding nilai beli (F Buy) Rp39,36 miliar.
Pola ini berbalik dari sebelumnya, di mana grafik net foreign flow menunjukkan asing sempat konsisten mencatatkan net buy dalam jumlah besar sepanjang akhir Juli hingga awal Agustus, bertepatan dengan periode reli saham BACH, sebelum berbalik menjadi net sell tajam saat harga mulai terkoreksi.
Pada perdagangan Rabu (5/8/2026), broker AO (Erdikha Elit Sekuritas) tercatat sebagai pembeli terbesar dengan nilai Rp9,18 miliar, sementara DX (Bahana Sekuritas) menjadi penjual terbesar dengan nilai Rp8,37 miliar. Adapun XL (Stockbit Sekuritas Digital) mencatatkan nilai jual Rp532,65 juta.
Sehari sebelumnya pada Selasa (4/8/2026), XL sempat mendominasi sebagai pembeli terbesar dengan nilai Rp50,72 miliar, sekaligus juga tercatat sebagai penjual terbesar senilai Rp18,42 miliar.
(fsd/fsd)