Dukung Proyek Strategis, WIKA Bukukan Kontrak Baru Rp 6,91 T
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membukukan kontrak baru sebesar Rp6,91 triliun hingga Juni 2026. Perolehan tersebut didorong oleh proyek-proyek strategis pada sektor industri penunjang konstruksi, infrastruktur, bangunan gedung, hingga ketahanan energi.
Capaian ini mencerminkan keberlanjutan transformasi Perseroan sekaligus kepercayaan yang tetap terjaga dari pemerintah, BUMN, maupun sektor swasta terhadap kapabilitas WIKA dalam mengerjakan proyek-proyek strategis nasional.
Komposisi kontrak baru WIKA hingga Juni 2026 didominasi oleh sektor industri penunjang konstruksi sebesar Rp2,25 triliun atau sekitar 32,6% dari total kontrak baru. Selanjutnya disusul sektor infrastruktur dan gedung sebesar Rp2,24 triliun atau 32,4%, sektor energi dan industrial plant sebesar Rp2,10 triliun atau 30,4%, sektor properti sebesar Rp197,86 miliar atau 2,9%, serta investasi sebesar Rp124,63 miliar atau 1,8%.
Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari proyek pemerintah, BUMN, maupun swasta yang mencakup pembangunan infrastruktur transportasi, sumber daya air, gedung, energi, hingga fasilitas industri. Salah satu proyek strategis yang berhasil diperoleh Perseroan pada Juni 2026 ini adalah Proyek Penanganan Longsoran Slope 9-10 dan Perbaikan Alinyemen KM 177-KM 178 Jalan Tol Cisumdawu dengan nilai kontrak sebesar Rp294,54 miliar.
Proyek ini merupakan upaya penanganan jangka panjang terhadap pergerakan tanah di ruas Tol Cisumdawu, khususnya pada area KM 177 Bojongtotor hingga KM 178 Mulyasari, yang menjadi salah satu titik prioritas penanganan karena teridentifikasi mengalami pergerakan tanah. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan borepile, rekonstruksi mainroad, serta pembangunan chuteway sebagai sistem pengaliran air untuk meningkatkan stabilitas lereng.
Pekerjaan akan dilaksanakan mulai 9 Juli 2026 hingga 3 Maret 2027. Melalui perkuatan borepile pada Slope 9 dan rekonstruksi mainroad, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan saat melintasi ruas Tol Cisumdawu.
Selain itu pelaksanaan proyek juga akan melibatkan tenaga kerja lokal serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan dalam pekerjaan konstruksi maupun subkontraktor pendukung.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin mengatakan, bahwa capaian kontrak baru hingga Juni 2026 menunjukkan kepercayaan yang terus terjaga terhadap Perseroan sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi yang dijalankan mampu memperkuat daya saing dan kualitas bisnis WIKA.
"Perolehan kontrak baru ini menunjukkan kepercayaan yang terus terjaga terhadap WIKA dalam mengerjakan proyek-proyek strategis. Perseroan akan terus mengedepankan prinsip selektivitas dalam memperoleh proyek dengan fokus pada proyek dengan skema monthly payment dan memberikan nilai tambah, guna memastikan setiap pekerjaan diselesaikan secara tepat mutu, tepat waktu, dan tepat biaya," ungkap dia dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).
"Melalui langkah tersebut, WIKA optimistis dapat terus mendukung penguatan konektivitas, peningkatan keselamatan infrastruktur, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan," ujar Ngatemin.
Dia menambahkan, WIKA akan terus memperkuat implementasi transformasi bisnis melalui peningkatan kualitas portofolio proyek, pengelolaan risiko yang lebih disiplin, serta penerapan tata kelola yang baik guna menciptakan pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan.
(bul/bul)