IHSG Dibuka Naik 0,5%, Mayoritas Saham Masih Belum Bergerak
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (6/8/2026), melanjutkan reli dalam beberapa hari terakhir seiring membaiknya sentimen global dan optimisme terhadap prospek ekonomi domestik.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.00 WIB IHSG berada di level 6.382,69, naik 31,55 poin atau 0,50% dari penutupan sebelumnya di level 6.351,14.
Nilai transaksi mencapai Rp287,5 miliar dengan volume perdagangan 589,8 juta saham dalam 47.700 kali transaksi. Sebanyak 296 saham menguat, 87 saham melemah, dan 580 saham masih belum bergerak.
Penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa Asia-Pasifik yang cenderung bervariasi. Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang dibuka melemah sekitar 0,5%, sementara Topix bergerak tipis di zona hijau. Di Korea Selatan, Kospi terkoreksi sekitar 1,8%, sedangkan Kosdaq menguat tipis. Adapun indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik sekitar 0,1%.
Sentimen pasar pada perdagangan hari ini cenderung positif, ditopang kombinasi katalis domestik dan global. Dari dalam negeri, optimisme datang setelah ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II-2026, melampaui konsensus pasar sebesar 5,12%.
BPS juga melaporkan tingkat kemiskinan turun ke level terendah sejak 1999 dan tingkat pengangguran menyentuh posisi terendah dalam lebih dari tiga dekade. Pemerintah turut menambah stimulus ekonomi pada semester II-2026, mulai dari bantuan sosial, insentif transportasi, penempatan dana SAL Rp70 triliun di Himbara untuk memperkuat likuiditas perbankan, hingga penundaan pemungutan pajak e-commerce guna menjaga daya beli masyarakat.
Dari eksternal, harapan meredanya konflik AS-Iran terus menopang sentimen risiko setelah negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz dilaporkan mengalami kemajuan.
Prospek tersebut membuat harga minyak bertahan dalam tren melemah sehingga berpotensi meredakan tekanan inflasi global. Di sisi lain, data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari ekspektasi memperkuat peluang pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve, meski aktivitas sektor jasa AS masih berada di zona ekspansi.
Kombinasi sentimen tersebut diharapkan kembali menopang pergerakan aset berisiko, termasuk IHSG dan rupiah pada perdagangan hari ini.
(mkh/mkh)