Laba Pengelola RS Hermina (HEAL) Anlok 14%, Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pengelola rumah sakit PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 14,08% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada paruh pertama 2026 meski pendapatan perseroan masih bertumbuh.
Merujuk pada laporan keuangan perseroan, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga Juni 2026 tercatat sebesar Rp193,18 miliar. Sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp224,85 miliar.
Penurunan laba tersebut terjadi di tengah kenaikan pendapatan menjadi Rp3,60 triliun hingga Juni 2026, atau naik 6,51% dibandingkan Rp3,38 triliun pada semester I-2025. Adapun beban pokok pendapatan ikut meningkat menjadi Rp2,37 triliun dari sebelumnya Rp2,19 triliun.
Pendapatan HEAL ditopang oleh pendapatan dari rawat inap Rp2,25 triliun. Sementara pos rawat jalan sebesar Rp1,27 triliun. Adapun pendapatan non rumah sakit menyumbang Rp84,19 miliar terhadap total pendapatan.
Di sisi lain, beban usaha meningkat menjadi Rp804,11 miliar, terutama akibat lonjakan beban pemasaran dan iklan menjadi Rp4,05 miliar dari Rp1,51 miliar, serta kenaikan beban perizinan, retribusi, dan perpajakan menjadi Rp20,12 miliar dari Rp11,03 miliar.
Dari segi permodalan, per Juni 2026, perusahaan mencatatkan aset sebesar Rp11,99 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang sebesar Rp11,88 triliun.
Adapun liabilitas dan ekuitas HEAL tercatat masing-masing sebesar Rp4,89 triliun dan Rp7,09 triliun pada akhir Juni 2026.
(fsd/fsd)