Bursa Asia Pesta Pagi Ini, Ikut Jejak Wall Street
Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu (5/8/2026), mengikuti reli Wall Street yang didorong oleh laporan kinerja emiten yang solid serta optimisme meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Melansir CNBC, penguatan dipimpin oleh pasar saham Korea Selatan, sementara indeks Jepang dan Australia juga bergerak di zona hijau.
Di Korea Selatan, indeks Kospi memimpin penguatan di kawasan dengan melonjak lebih dari 4% pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq ikut menguat 1,6%.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,83%, sedangkan Topix bertambah 0,9%. Adapun indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, menguat 0,46%.
Sentimen positif di Asia mengikuti penguatan signifikan Wall Street pada perdagangan Selasa waktu Amerika Serikat. Reli dipicu oleh laporan keuangan perusahaan yang lebih baik dari ekspektasi serta pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menyebut Amerika Serikat dan Iran berpotensi mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Indeks S&P 500 melonjak 1,8% dan ditutup di atas level 7.700 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melesat lebih dari 900 poin dan kembali mencatat rekor penutupan tertinggi.
Harga minyak juga mengalami penurunan tajam seiring meningkatnya optimisme terhadap situasi geopolitik. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 5,7% dan ditutup di level US$75,77 per barel.
Musim laporan keuangan perusahaan turut menjadi pendorong utama reli pasar saham AS. Caterpillar melaporkan kinerja kuartalan yang sangat kuat berkat berlanjutnya investasi pada pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sehingga sahamnya melonjak lebih dari 5%.
Di sisi lain, saham Palantir Technologies melesat hampir 30% setelah merilis laporan keuangan kuartalan yang mendapat respons positif pasar. Chief Executive Officer (CEO) Palantir Alex Karp bahkan menyebut hasil tersebut sebagai sesuatu yang "otherworldly" atau luar biasa.
Chief Investment Officer BNY Wealth Alicia Levine mengatakan fokus utama investor saat ini adalah apakah pertumbuhan laba perusahaan didorong oleh pengembalian investasi (return on investment/ROI) yang nyata dan apakah laba korporasi telah memasuki fase gelembung. Menurutnya, data yang ada menunjukkan laba perusahaan masih didukung fundamental yang kuat dan belum berada dalam kondisi bubble.
Meski demikian, tidak semua saham bergerak positif pada perdagangan setelah penutupan pasar. Saham SpaceX turun hampir 7% setelah perusahaan milik Elon Musk mengungkapkan belanja modal meningkat menjadi US$18,4 miliar pada kuartal II, sedangkan saham produsen chip AMD merosot 8% meski membukukan laba yang sedikit melampaui ekspektasi analis.
Pelaku pasar kini menantikan laporan keuangan sejumlah perusahaan besar lainnya. Walt Disney dijadwalkan merilis kinerja sebelum pembukaan pasar, sementara Uber Technologies dan Eli Lilly juga akan mengumumkan hasil keuangannya pada hari yang sama, disusul E.l.f. Beauty dan DoorDash setelah penutupan perdagangan.
Dari sisi ekonomi, investor akan mencermati laporan ketenagakerjaan ADP untuk Juli yang dijadwalkan terbit pada Rabu pagi waktu AS. Konsensus Dow Jones memperkirakan sektor swasta menambah 75.000 lapangan kerja bulan lalu, sementara data S&P Global Services PMI dan ISM Non-Manufacturing PMI Juli juga akan menjadi perhatian pasar.
(mkh/mkh)