Chandra Asri (TPIA) Tingkatkan Free Float Saham Jadi 25,7%

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Selasa, 04/08/2026 18:20 WIB
Foto: dok Situs Resmi Chandra Asri

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) telah meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float) menjadi 25,7% dari sebelumnya 10,9%. Direktur Kuangan Chandra Asri Andre Khor mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mengimbangi struktur kepemilikan saham (shareholding rebalancing).

"Kami meningkatkan free float kami menjadi 25,7 persen, sehingga meningkatkan likuiditas pasar dan memperluas akses kami ke investor domestik maupun internasional atas saham kami," ujarnya secara virtual, Selasa (4/8/2026).


Ia memaparkan, free float sebesar 25,7% berada di atas batas minimum 15% yang menjadi persyaratan free float Bursa Efek Indonesia (BEI) dan MSCI, sekaligus melampaui target 20% yang menjadi acuan pengelolaan indeks MSCI.

Bahkan, capaian tersebut juga telah melewati ambang 25% yang menjadi salah satu threshold untuk potensi inklusi penuh (full inclusion) dalam indeks MSCI.

"Ini berarti Chandra Asri telah melampaui sekadar memenuhi persyaratan minimum, kami sekarang diposisikan pada tingkat yang mendukung kelayakan indeks yang lebih luas, investor domestik dan internasional dengan likuiditas pasar yang meningkat, sehingga memperkuat daya tarik Grup Chandra Asri sebagai perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia," jelasnya.

Manajemen menjelaskan bahwa rebalancing kepemilikan saham tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi alokasi modal yang lebih luas. Dalam proses tersebut, pemegang saham pengendali SCGC tetap mempertahankan kepemilikan mayoritas sebesar 57,1%, sehingga tidak terjadi perubahan dalam struktur pengendalian perusahaan.

"Satu poin mendasar adalah bahwa tidak ada perubahan pada kendali grup kami, pada tata kelola grup kami, strategi manajemen, atau bahkan operasi sehari-hari," sebutnya.

Selain itu, tiga pemegang saham utama Chandra Asri Group, yakni Barito Pacific, SCGC, dan Thai Oil, secara kolektif masih menguasai sekitar 74,3% saham perusahaan.

"Ini memberi kami fondasi pasar modal yang lebih kuat saat kami terus mengeksekusi strategi pertumbuhan jangka panjang kami di domain energi, kimia, dan infrastruktur," ucapnya.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bos Perusahaan Efek Yakin RI Pertahankan Posisi Emerging Market