MARKET DATA

Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juni, BI Buka Suara

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
03 August 2026 17:10
Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat Konferensi Pers Hasil Rapat Berskla KSSK III Tahun 2016 di Jakarta, Senin (3/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengakui bahwa turunnya posisi cadangan devisa Indonesia hingga mencapai US$ 145 miliar pada akhir Juni 2026 disebabkan oleh keperluan stabilitas nilai tukar rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Destry mengungkapkan posisi cadangan devisa ini turun dari posisi tertingginya, yakni US$ 156,5 miliar pada akhir Desember 2025. Ini artinya cadangan devisa RI telah turun hingga mencapai US$ 11 miliar. Menurutnya, level US$ 145 miliar masih aman.

"Sekarang US$ 145 miliar jadi teman-teman bisa bayangkan itulah kurang lebih, termasuk itu untuk stabilitas dan pembayaran utang luar negeri, khususnya dari pemerintah karena pemerintah juga ada di BI. Jadi angka US$ 145 miliar masih relatif aman," kata Destry dalam konferensi pers KSSK, Senin (3/8/2026).

Adapun, Destry memastikan angka ini aman karena cadangan devisa ini masih mencukupi untuk kebutuhan 5,4 kali impor. Sementara itu, batasan yang menjadi benchmark internasional adalah kecukupan cadangan devisa untuk 3 bulan impor dan pembayaran utang.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Usai Ditinggal Perry, Destry Beberkan 'Arah' Dewan Gubernur BI


Most Popular
Features