MARKET DATA

Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada BBRI, AMMN, hingga SGER

CNBC Indonesia
03 August 2026 08:51
Mega Capital Sekuritas
Mega Capital Sekuritas
PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada BBRI, AMMN, hingga SGER
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (31/7) di zona hijau dengan kenaikan 0,80% ke level 6.236,13. Penguatan indeks didorong oleh saham BBRI, ASII, dan AMMN yang menjadi penopang utama, sementara BBCA, TLKM, dan ADRO menjadi saham dengan kontribusi terbesar terhadap pelemahan indeks. 

Investor asing membukukan net sell sebesar Rp34,82 miliar di pasar reguler dan Rp250,53 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor ditutup menguat dengan sektor Basic Industry memimpin kenaikan sebesar 2,54%, sedangkan sektor Non-Cyclical menjadi satu-satunya sektor yang melemah tipis 0,03%. 

Di pasar global, indeks utama Wall Street juga ditutup menguat, dipimpin Nasdaq yang naik 1,00%, disusul S&P 500 sebesar 0,70% dan Dow Jones sebesar 0,53%. Pelaku pasar turut mencermati rebalancing indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 yang mulai berlaku pada 3 Agustus hingga 30 Oktober, yang diperkirakan dapat meningkatkan aktivitas transaksi pada saham-saham konstituen baru, meski pergerakan ETF EIDO dan MSCI Indonesia relatif terbatas.

Dari sisi aksi korporasi, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memperluas bisnis ke ekosistem kendaraan listrik dengan memperkenalkan dua produk pengisian daya berkomponen dalam negeri (TKDN) sebesar 50% pada ajang GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang. Produk tersebut meliputi Fast Charging 2W yang diklaim mampu mengisi daya sekitar 15 menit serta Buffer Charging berdesain portabel yang ditujukan untuk wilayah dengan keterbatasan infrastruktur, seperti kawasan perkebunan, pertambangan, dan industri. 

Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan portofolio perseroan yang sebelumnya berfokus pada komponen kendaraan berbahan bakar fosil. Pada 2026, DRMA menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp5,94 triliun. Hingga semester I-2026, penjualan telah mencapai Rp3,16 triliun atau meningkat 13,82% secara tahunan.

Sementara itu, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menyiapkan ekspansi kawasan komersial di Serpong CBD pada paruh kedua 2026 melalui dua proyek baru.

Proyek pertama adalah The Hood, kawasan komersial berkonsep lakeside retail neighborhood seluas sekitar 10 hektare yang dijadwalkan beroperasi pada Desember 2026 dengan lebih dari 50 tenant dari berbagai kategori, mulai dari F&B, pusat kebugaran, lapangan padel, bioskop, gedung pertunjukan, supermarket, hingga fasilitas wellness. 

Proyek kedua adalah Strozzi Commercial di koridor Symphonia Boulevard yang akan dipasarkan mulai sekitar Rp4 miliar per unit. Pada kuartal I-2026, marketing sales SMRA tercatat Rp1,20 triliun atau tumbuh 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong kontribusi kawasan Serpong dengan pra-penjualan sebesar Rp1,12 triliun atau naik 18,90% secara tahunan. 

Kinerja tersebut menjadi modal perseroan untuk mengejar target marketing sales 2026 sebesar Rp5,20 triliun. Untuk mendukung pengembangan proyek, SMRA menyiapkan belanja modal sekitar Rp2 triliun yang berasal dari kas internal dan fasilitas pinjaman bank, masing-masing dialokasikan bagi pengembangan properti dan aset investasi.

Selanjutnya ada PT Elnusa Tbk (ELSA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimum Rp100 miliar sesuai keterbukaan informasi kepada BEI pada 31 Juli 2026 yang mengacu pada POJK Nomor 29 Tahun 2023. Dana buyback akan berasal dari kas internal perusahaan. 

Rencana tersebut didukung oleh kinerja semester I-2026 yang menunjukkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 29,19% menjadi Rp434,71 miliar, sementara pendapatan tumbuh 8,92% menjadi Rp7,59 triliun. 

Apabila seluruh alokasi buyback terealisasi, total aset perseroan diperkirakan berkurang sekitar Rp100 miliar menjadi Rp11,30 triliun, seiring penurunan kas dan setara kas menjadi sekitar Rp2,79 triliun serta penyesuaian ekuitas menjadi Rp5,33 triliun akibat pencatatan saham treasuri. Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada periode 3 Agustus hingga 2 November 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas

  • BBRI - Buy 3010-3030 | TP 3060-3130 | SL 2870

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

  • AMMN - Buy 4060-4090 | TP 4150-4220 | SL 3900

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • ASII - Buy 5025-5075 | TP 5150-5250 | SL 4850

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • PACK - Buy 242-246 | TP 252-260 | SL 230

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



  • SGER - Buy 482-486 | TP 498-510 | SL 454

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]



Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 
(ayh/ayh)
Next Article Simak 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Most Popular
Features