Laba Naik, Nilai Investasi Berbalik Rugi, Ekuitas Maybank Tertekan
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp 697,75 miliar pada semester I-2026, naik 21,19% yoy. Peningkatan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih serta penurunan beban penurunan nilai aset keuangan.
Pendapatan bunga bersih meningkat menjadi Rp3,71 triliun dari Rp3,57 triliun pada semester I-2025, seiring pertumbuhan pendapatan bunga yang melampaui kenaikan beban bunga.
Di sisi lain, beban penurunan nilai aset keuangan juga turun menjadi Rp410,2 miliar dari Rp487,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu, sehingga menekan biaya pencadangan dan turut mendongkrak laba bersih.
Sementara itu bank mencatat penurunan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) pada semester I-2026.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, CAR konsolidasi Maybank Indonesia tercatat sebesar 21,97%, turun dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang mencapai 25,47%. Sementara itu, rasio Common Equity Tier 1 (CET1) dan Tier 1 juga turun menjadi 20,80% dari sebelumnya 24,30%.
Meski turun cukup signifikan, posisi tersebut masih jauh di atas total kebutuhan modal minimum yang diwajibkan regulator sebesar 9,99%, sehingga secara permodalan bank masih memiliki bantalan modal (capital buffer) yang relatif tebal.
Di sisi lain, laporan keuangan juga menunjukkan tekanan pada komponen ekuitas melalui pendapatan komprehensif lain. Pos keuntungan nilai wajar investasi yang sebelumnya masih mencatat surplus sekitar Rp326 miliar berubah menjadi defisit sekitar Rp620 miliar pada semester I-2026. Perubahan tersebut berkontribusi terhadap penurunan total ekuitas perusahaan.
Adapun di tengah penurunan CAR tersebut, kualitas kredit perseroan relatif terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL)Â gross turun menjadi 2,13% dari 2,17%, sedangkan NPL net membaik menjadi 1,27% dari 1,31% pada akhir tahun lalu.
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]