Target 1.100 Emiten Pada 2030, Bursa Perlu 30 IPO Tiap Tahun

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Kamis, 30/07/2026 18:10 WIB
Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan ada 1.100 emiten pada tahun 2030. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai target tersebut bisa tercapai bila terdapat 30 perusahaan yang melaksanakan Initial Public Offering (IPO) setiap tahun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Hasan Fawzi mengatakan saat ini perusahaan tercatat di bursa terdapat 963.

"Bila tahun 2030 ditargetkan 1.100 maka ada penambahan 30-an IPO saham baru setiap tahun," sebagaimana dikutip dari jawaban tertulis, Kamis, (30/7/2026).


Selain target IPO, BEI juga menargetkan untuk membawa pasar modal Indonesia masuk ke 10 besar dunia. Dengan penambahan kapitalisasi pasar IHSG, OJK optimistis target tersebut bisa tercapai.

"Dengan penambahan sekitar 150 IPO baru dengan kualitas yang baik akan menambah lagi peningkatan kapitalisasi pasar. Indonesia saat ini sudah berada pada posisi 20 besar dalam besaran kapitalisasi pasar dan nilai transaksi," kata Hasan.

Sebagai informasi, target penghimpunan dana secara keseluruhan di pasar modal pada 2026 adalah sebesar Rp250 triliun. Data per 30 Juni 2026 total nilai penghimpunan dana di pasar modal Indonesia adalah sebesar Rp125,74 triliun.

OJK melihat prospek penghimpunan dana hingga akhir 2026 tetap positif. Meskipun kondisi pasar global masih diwarnai berbagai tantangan, minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan tetap terjaga.

Hal ini dapat terlihat dari pipeline proses penawaran umum yang masih terjaga. Per 20 Juli 2026, terdapat tiga proses IPO, yaitu dua proses PUT dengan nilai emisi sebanyak-banyaknya Rp6,73 triliun, empat proses obligasi dan sukuk dengan nilai emisi sebanyak-banyaknya Rp5,25 triliun.

OJK menegaskan, pihaknya tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai penghimpunan dana, tetapi juga pada peningkatan kualitas pasar modal secara keseluruhan.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Terjebak di Rp 18.000/USD, Rupiah Butuh Katalis Positif Ini