MARKET DATA

Ekonom Bank Asing Ungkap Kapan Dolar AS Bisa Balik ke Rp17.000/US$

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
29 July 2026 21:10
Dolar AS
Foto: Dolar AS. Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank DBS Indonesia memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan berada di rentang Rp17.800 hingga Rp18.000 pada akhir tahun ini.

Senior Economist DBS Bank, Radhika Rao menyebut perkiraan itu dapat ditinjau ulang, menyesuaikan dengan keputusan kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Namun, Rao meyakini bahwa secara arah pergerakan, mata uang garuda akan berada di atas level 18.000. Menurutnya, tidak ada alasan untuk terjadi lagi pelemahan yang tajam atas pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

"Karena sebagian besar ketidakpastian, baik pertumbuhan maupun lokal, sudah tercermin dalam harga. Jadi, kita telah melihat sedikit penyesuaian terjadi," ujar Rao saat Media Briefing DBS Institutional Forum 2026 di Westin Hotel Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Untuk terjadinya pelemahan tajam atas rupiah, dibutuhkan setidaknya dua hingga tiga katalis negatif. Rao menyebut saat ini satu-satunya potensi katalis negatif berasal dari faktor global, yakni arah kebijakan The Fed.

Terkait potensi kebangkitan mata uang garuda, ia mengatakan sentimen risiko masih sangat tinggi. Rao mengatakan saat ini investor asing sedang menahan diri untuk berinvestasi ke mana pun.

"Jadi, jika mereka memutuskan untuk berinvestasi di, misalnya, Indonesia, atau mereka memutuskan untuk berinvestasi di Korea, perbandingannya bukan lagi antara negara-negara Asia dan negara-negara berkembang. Perbandingannya adalah antara negara-negara individual, negara berkembang, dan global," terangnya.

Sebab, Rao menyebut jika imbal hasil bebas risiko AS berada di kisaran 4,5%-4,6%, ada selisih sekitar 2%-2,5% dengan imbal hasil aset Indonesia. Ia mempertanyakan apakah selisih tersebut mampu mengompensasi risiko berinvestasi di Indonesia.

Rao memandang kembalinya rupiah ke Rp17.000 per dolar AS bergantung pada pergerakan nilai tukar mata uang greenback. Hal ini tercermin dari bagaimana dolar AS saat ini menguat terhadap hampir semua mata uang dunia.

"Anda benar-benar membutuhkan reaksi yang sangat, sangat tajam pada dolar itu sendiri untuk membawa dolar-rupiah menuju Rp17.000," tutur Rao.

Lebih lanjut, Rao menilai kebijakan untuk stabilitas rupiah dan pasar keuangan sudah tepat. Seperti keputusan Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan (BI Rate) sebanyak 100 bps sepanjang tahun ini.

"Mereka juga telah melakukan langkah-langkah non-suku bunga. Semua ini benar-benar berkontribusi pada stabilisasi pasar keuangan, pasar obligasi, jadi saya rasa resep tersebut sudah tepat," pungkas Rao.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rupiah Melemah! Potret Penukaran Dolar di Money Changer


Most Popular
Features