MARKET DATA

BEI Rombak Konstituen IDX80, LQ45 dan IDX30

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
28 July 2026 14:05
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan hasil evaluasi mayor terhadap sejumlah indeks saham untuk periode Juli 2026. Evaluasi tersebut mencakup indeks IDX80, LQ45 dan IDX30.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), periode efektif konstituen akan berlaku pada 3 Agustus 2026 hingga 30 Oktober 2026 mendatang.

Dalam evaluasi kali ini, BEI melakukan penyesuaian terhadap jumlah saham yang diperhitungkan dalam indeks berdasarkan rasio free float dan penerapan batas maksimum bobot (capping). Selain perubahan bobot, terdapat pula sejumlah saham yang masuk sebagai konstituen baru maupun keluar dari masing-masing indeks.

Dalam pengumuman tersebut, BEI juga menyesuaikan jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks untuk masing-masing emiten berdasarkan rasio free float terbaru. Penyesuaian dilakukan menggunakan mekanisme pembatasan bobot (capping), yakni 9% untuk IDX80 serta 15% untuk LQ45 dan IDX30.

Pada indeks IDX80, terdapat tiga saham yang resmi dikeluarkan dari perhitungan indeks, yakni PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO).

Disebutkan bahwa, ada tiga emiten yang masuk sebagai konstituen baru IDX80, yaitu PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN), PT Lippo Securities Tbk. (LSIP), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL). Ketiga saham tersebut sebelumnya belum menjadi anggota IDX80 dan kini memperoleh bobot masing-masing sekitar 0,33% untuk BFIN, 0,25% untuk LSIP, serta 0,43% untuk NCKL.

Selanjutnya, pada indeks LQ45, BEI mengeluarkan dua saham dari konstituen, yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR).

Sebagai penggantinya, dua emiten resmi masuk ke dalam indeks LQ45, yaitu PT Indika Energy Tbk. (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).

INDY memperoleh bobot sekitar 0,25%, sedangkan NCKL memperoleh bobot sekitar 0,46% pada periode efektif baru.

Sementara pada indeks IDX30, perubahan konstituen relatif hanya satu emiten yang dikeluarkan, yaitu emiten BUMN PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dari daftar anggota IDX30.

Sebagai penggantinya, PT Dewa United Tbk. (DEWA) resmi menjadi anggota baru IDX30. Saham DEWA memperoleh bobot awal sekitar 0,78% pada periode evaluasi terbaru.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Siap-Siap! Empat Perusahaan Bakal IPO


Most Popular
Features