Bursa Cecar Lagi Bisnis Baru TGUK, Ada Apa?

mkh, CNBC Indonesia
Jumat, 24/07/2026 07:45 WIB
Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencecar PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) terkait bisnis barunya di perdagangan daging beku (frozen meat). Klarifikasi tersebut tidak hanya menyangkut model bisnis, tetapi juga asal pelanggan, pemasok, investor strategis, hingga kesamaan pelanggan dengan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF).

Dalam surat jawaban kepada BEI, TGUK mengakui sebagian pelanggan diperoleh melalui jaringan investor strategis. Perseroan juga mengonfirmasi bahwa beberapa pelanggan memang merupakan pelanggan yang sama dengan BEEF.

Namun, TGUK mengatakan bahwa tidak ada pengalihan kontrak maupun perjanjian khusus terkait penggunaan jaringan pelanggan tersebut. Seluruh transaksi dilakukan langsung antara TGUK dengan pelanggan menggunakan mekanisme purchase order.


Berdasarkan data dari laporan keuangan menunjukkan sedikitnya sembilan pelanggan TGUK juga tercatat sebagai pelanggan BEEF.

Selain itu BEI juga menyorot soal pihak yang mengenalkan pelanggan dan pemasok, keberadaan gudang penyimpanan, sistem distribusi, hingga peran investor strategis dalam pengembangan bisnis baru tersebut.

TGUK menjelaskan operasional bisnis didukung gudang sewa dan cold storage, sementara investor strategis disebut berperan membuka akses ke jaringan pemasok dan pelanggan tanpa terlibat dalam operasional harian.

Perseroan juga mengungkapkan bahwa pelanggan dan pemasok diperkenalkan oleh Direktur Operasional Edi Pramono yang memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di industri perdagangan daging. Menurut TGUK, pengalaman tersebut menjadi modal dalam membangun jaringan bisnis frozen meat.

Sorotan BEI terhadap model bisnis baru TGUK muncul setelah perseroan mencatat lonjakan kinerja pada kuartal I-2026 setelah baru saja melakukan pivot bisnis dari menjual minuman manis menjadi daging beku.

Berdasarkan laporan keuangan, penjualan TGUK melonjak menjadi Rp200,74 miliar dari hanya Rp726 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut terutama didorong mulai beroperasinya lini bisnis frozen meat serta meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri. Laba bersih perseroan juga berbalik menjadi sekitar Rp2,43 miliar.

Di sisi lain, BEEF yang disebut dalam klarifikasi TGUK mencatat skala bisnis yang jauh lebih besar. Hingga akhir Maret 2026, BEEF memiliki total aset Rp2,2 triliun, persediaan Rp621,46 miliar, kas dan setara kas Rp17,10 miliar, serta total liabilitas Rp1,79 triliun.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: 100 Tahun Panas Bumi RI, PGE Kebut Bangun Geotermal Sebagai EBT