IHSG Tiba-Tiba Balik Arah, Ditutup Turun 0,30% ke Level 6.315
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Kamis (23/7/2026) meski sempat melesat kencang di sesi pertama hingga menembus level 6.400Â
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada akhir perdagangan sesi kedua IHSG melemah 19,16 poin atau 0,30% ke level 6.315,31. Sepanjang perdagangan hari ini, indeks bergerak di rentang 6.306,65-6.437,20.
Aktivitas perdagangan hari ini cukup ramai. Nilai transaksi mencapai Rp 23,94 triliun dengan volume 63,32 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 3,19 juta kali transaksi. Sebanyak 321 saham menguat, 299 saham melemah, dan 176 saham bergerak stagnan.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turun menjadi Rp 11.085 triliun.
Pelemahan IHSGÂ hari ini terseret kinerja sektor finansial yang turun 1,47% hari ini. Diketahui sektor finansial merupakan bobot terbesar di IHSG.
Secara spesifik, tekanan terhadap indeks berasal dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terkoreksi 3,46% dan memangkas nyaris 20 poin IHSG. Saham lain yang turut membebani indeks yakni PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus level 6.400 di sesi pertama menjadi sinyal positif bagi kelanjutan tren jangka pendek. Setelah terkoreksi tipis pada perdagangan Rabu yang mengakhiri reli sembilan hari berturut-turut, indeks bangkit dan kembali mencetak higher high.
Pada grafik harian, IHSG juga masih bergerak jauh di atas weighted moving average (WMA) 9 yang berada di kisaran 6.257, sehingga tren naik jangka pendek masih terkonfirmasi. Area 6.400 yang sebelumnya menjadi resistance kini menjadi level penting untuk dipertahankan.
Apabila indeks mampu bertahan di atas level tersebut hingga penutupan perdagangan, peluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.450-6.500 akan semakin terbuka.
Sebaliknya, apabila gagal mempertahankan level tersebut, bukan tidak mungkin terjadi aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek setelah indeks menguat lebih dari 23% sejak menyentuh titik terendah pada awal Juni.
Dari sisi sentimen, penguatan IHSG terjadi setelah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,25%, sesuai ekspektasi pasar. Meskipun pada perdagangan sebelumnya investor asing masih membukukan jual bersih (net foreign sell) Rp920,3 miliar, optimisme investor domestik serta rotasi ke saham-saham komoditas dan teknologi mampu menjaga momentum penguatan pasar saham Indonesia.
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]