Kualitas Aset Terjaga, Profitabilitas BMRI Sangat Sehat
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan kinerja yang solid hingga semester I-2026, dengan kualitas aset yang tetap terjaga di tengah pertumbuhan kredit yang agresif, khususnya di segmen komersial dan UMKM.
Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Totok Priyambodo, mengungkapkan bahwa hingga akhir semester I-2026, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perseroan berada di level 0,98%. Angka ini mencerminkan kehati-hatian perseroan dalam menyalurkan kredit meski tetap mengejar pertumbuhan yang tinggi.
"Hingga akhir semester I 2026 kami mampu menjaga kualitas aset tercermin NPL 0,98%. Di saat yang sama, profitabilitas berada di level yang sangat sehat, dengan ROE 24,3% dan ROA 3,10%," ujar Totok dalam paparan kinerja kuartal II-2026 secara daring, Kamis (23/7/2026).
Pertumbuhan Kredit Komersial Merata ke Berbagai Daerah
Totok menjelaskan, segmen komersial menjadi salah satu motor pertumbuhan bisnis Bank Mandiri. Saat ini, perseroan menjadi mitra bagi sekitar 55 ribu pelaku usaha komersial yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga semester I-2026, penyaluran kredit komersial tercatat mencapai Rp343 triliun, tumbuh 15% secara tahunan, dengan rata-rata pertumbuhan 18% dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan ini diklaim tidak hanya tinggi dari sisi kuantitas, tetapi juga berkualitas, dengan NPL segmen komersial yang terjaga di level 0,63%.
Dari sisi sebaran wilayah, pertumbuhan kredit komersial tertinggi tercatat di Jakarta dan Banten sebesar 19,1%, disusul Kalimantan 15,3%, Jawa dan DIY 11,7%, serta Sumatera dan wilayah lainnya 6,78%.
"Sebaran ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi tidak hanya di pusat-pusat bisnis, tapi juga semakin merata ke berbagai daerah," kata Totok.
Ia menambahkan, segmen komersial Bank Mandiri berperan sebagai mitra bagi perusahaan lokal di berbagai daerah yang tengah berada dalam fase ekspansi untuk naik kelas menjadi pemain nasional, sekaligus menjadi perwujudan komitmen perseroan dalam mendorong daya saing usaha di berbagai wilayah.
Dari sisi sektor pembiayaan, penyaluran kredit diarahkan ke industri-industri strategis, antara lain kelapa sawit (CPO), batu bara, transportasi air, perdagangan barang dan jasa, keuangan, air, serta makanan dan minuman (F&B).
Kredit UMKM Merata hingga ke Pulau-Pulau Terluar
Selain segmen komersial, Bank Mandiri juga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembiayaan yang merata, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pertumbuhan kredit UMKM disebut tersebar dengan baik dan konsisten menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk pulau-pulau terluar, dengan pertumbuhan yang positif dan tidak terkonsentrasi pada wilayah tertentu.
Hingga semester I-2026, perseroan juga terus mengoptimalkan imbal hasil kredit, khususnya pada segmen ritel dan UMKM, sehingga masyarakat dapat memperoleh pembiayaan yang terjangkau tanpa mengurangi hasil bagi perseroan. Di sisi lain, efisiensi yang dijalankan dinilai mampu menghasilkan profitabilitas yang tetap solid, sekaligus memperkuat kapabilitas pembiayaan bagi sektor-sektor produktif.
Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang tinggi, kualitas aset yang terjaga, serta profitabilitas yang sehat, Bank Mandiri optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun 2026.
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]