MARKET DATA

IHSG Meroket Hari Ini, Ini Pemicunya

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
23 July 2026 14:55
Ilustrasi berdoa dengan latar belakang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Ilustrasi berdoa dengan latar belakang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Indonesia kembali bergairah pada perdagangan sepanjang sesi I pagi tadi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 6.400 setelah sempat menjadi area yang sulit ditembus dalam beberapa perdagangan terakhir.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada akhir perdagangan sesi satu IHSG menguat 95,68 poin atau 1,51% ke level 6.430,15. Sepanjang perdagangan pagi, indeks bergerak di rentang 6.338,24-6.437,20, sekaligus mencatat level tertinggi intraday di atas 6.400.

Aktivitas perdagangan juga meningkat. Nilai transaksi mencapai Rp 11,90 triliun dengan volume 34,81 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 1,75 juta kali transaksi.

Analis MNC Sekuritas Herditya mengatakan, penguatan IHSG hari ini didorong oleh perusahaan-perusahaan kongkomerasi dan emiten energi yang dipicu oleh sentimen harga minyak dunia.

"Penguatan IHSG hari ini kami perkirakan didorong oleh penguatan pada emiten-emiten konglomerasi dan emiten komoditas energi dan emas, dimana diketahui terdapat kenaikan harga minyak mentah dan emas di tengah memanasnya kembali konflik Timur Tengah," ujarnya saat dihubungi oleh CNBC Indonesia, Kamis (23/7/2026).

Di sisi lain, faktor pendukung linnya yang memberikan angin segar bagi pergerakan IHSG adalah penguatan nilai tukar rupiah.

"Nilai tukar Rupiah hari ini cenderung bergerak stabil terhadap USD," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Analis Doo Financial Futures Lukman Leong yang mengatakan bahwa IHSG didongkrak oleh sektor tambang.

"Valuasi saham-saham IHSG di level sekarang memang sangat menarik, khususnya hari ini sektor energy terdukung oleh harga minyak mentah dunia yang kembali naik serta sektor property yang merespon positif langkah BI mempertahankan suku bunga," tutupnya.

Sebagai informasi, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut meningkat menjadi Rp 11.286 triliun, atau bertambah nyaris Rp200 triliun dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp11.096 triliun.

Penguatan IHSG kali ini ditopang oleh reli saham-saham berbasis komoditas, teknologi, dan perbankan. Dari sisi sektoral, properti memimpin kenaikan sebesar 6,12%, disusul energi 3,21%, utilitas 2,91%, dan barang baku 2,86%.

Sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang bergerak di zona merah tipis 0,27%.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi penyumbang terbesar penguatan IHSG dengan kontribusi 9,56 poin.

Selanjutnya disusul PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) sebesar 7,68 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 6,74 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 5,21 poin, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 4,56 poin, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) 3,82 poin, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 3,42 poin.

Sementara itu, tekanan terhadap indeks berasal dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang memangkas 4,41 poin IHSG. Saham lain yang turut membebani indeks yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Potret IHSG Mendadak Ambruk! Seluruh Sektor Saham di Zona Merah


Most Popular
Features