MARKET DATA

IHSG Melesat 1,51% ke Level 6.430 Ditopang Kinerja Saham-Saham Ini

Redaksi,  CNBC Indonesia
23 July 2026 12:46
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Pada sesi pagi, indeks berhasil menembus level psikologis 6.400 setelah sempat menjadi area yang sulit ditembus dalam beberapa perdagangan terakhir.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada akhir perdagangan sesi satu IHSG menguat 95,68 poin atau 1,51% ke level 6.430,15. Sepanjang perdagangan pagi, indeks bergerak di rentang 6.338,24-6.437,20, sekaligus mencatat level tertinggi intraday di atas 6.400.

Aktivitas perdagangan juga meningkat. Nilai transaksi mencapai Rp 11,90 triliun dengan volume 34,81 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 1,75 juta kali transaksi. Sebanyak 450 saham menguat, 166 saham melemah, dan 177 saham bergerak stagnan, mencerminkan dominasi aksi beli di hampir seluruh sektor.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut meningkat menjadi Rp 11.286 triliun, atau bertambah nyaris Rp200 triliun dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp11.096 triliun.

Penguatan IHSG kali ini ditopang oleh reli saham-saham berbasis komoditas, teknologi, dan perbankan. Dari sisi sektoral, properti memimpin kenaikan sebesar 6,12%, disusul energi 3,21%, utilitas 2,91%, dan barang baku 2,86%.

Sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang bergerak di zona merah tipis 0,27%.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi penyumbang terbesar penguatan IHSG dengan kontribusi 9,56 poin.

Selanjutnya disusul PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) sebesar 7,68 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 6,74 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 5,21 poin, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) 4,56 poin, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) 3,82 poin, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 3,42 poin.

Sementara itu, tekanan terhadap indeks berasal dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang memangkas 4,41 poin IHSG. Saham lain yang turut membebani indeks yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus level 6.400 menjadi sinyal positif bagi kelanjutan tren jangka pendek. Setelah terkoreksi tipis pada perdagangan Rabu yang mengakhiri reli sembilan hari berturut-turut, indeks bangkit dan kembali mencetak higher high.

Pada grafik harian, IHSG juga masih bergerak jauh di atas weighted moving average (WMA) 9 yang berada di kisaran 6.257, sehingga tren naik jangka pendek masih terkonfirmasi. Area 6.400 yang sebelumnya menjadi resistance kini menjadi level penting untuk dipertahankan.

Apabila indeks mampu bertahan di atas level tersebut hingga penutupan perdagangan, peluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.450-6.500 akan semakin terbuka.

Sebaliknya, apabila gagal mempertahankan level tersebut, bukan tidak mungkin terjadi aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek setelah indeks menguat lebih dari 23% sejak menyentuh titik terendah pada awal Juni.

Dari sisi sentimen, penguatan IHSG terjadi setelah Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,25%, sesuai ekspektasi pasar. Meskipun pada perdagangan sebelumnya investor asing masih membukukan jual bersih (net foreign sell) Rp920,3 miliar, optimisme investor domestik serta rotasi ke saham-saham komoditas dan teknologi mampu menjaga momentum penguatan pasar saham Indonesia.

(fsd/fsd) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breakout 6.400! Ini Penyebab IHSG Melesat 1%


Most Popular
Features