Perang Likuiditas Sengit, OJK Minta Bank Lakukan Ini

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Kamis, 23/07/2026 12:07 WIB
Foto: Ilustrasi Tunjangan Hari Raya. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa kompetisi perbankan meraup dana simpanan masih cukup kompetitif di tengah suku bunga acuan yang tinggi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyebut hal itu terjadi karena nasabah dengan simpanan besar umumnya memiliki daya tawar yang lebih tinggi terhadap bank.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa nank perlu mengoptimalkan strategi pendanaan mereka, terutama dengan meningkatkan porsi dana murah (low-cost funding). Upaya ini penting untuk menciptakan fleksibilitas dalam penetapan suku bunga kredit, sekaligus menjaga daya saing dan profitabilitas di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.


"Hal ini mengingat cost of fund untuk kredit merupakan salah satu komponen dalam penetapan suku bunga kredit," tutur Dian dalam keterangannya, dikutip Kamis (23/7/2026).

Adapun OJK telah menerbitkan POJK No.13 tahun 2024, di mana terdapat aturan standardisasi komponen perhitungan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dan mewajibkan bank mengumumkan komponen pembentuk SBDK, termasuk cost of fund untuk kredit, agar dapat diakses dengan mudah oleh seluruh stakeholders terutama masyarakat.

Selain itu, Dian mengatakan OJK juga senantiasa mengimbau bank agar dapat secara bertahap menyesuaikan tingkat suku bunganya, agar tetap sejalan dengan kondisi pasar, rasio keuangan yang sehat dan menjaga persaingan bunga yang sehat.

"OJK juga menghimbau bank agar memberikan informasi yang lengkap dan memadai terkait produkdana dimaksud sebagai bagian dari bentuk edukasi dan implementasipelindungan konsumen," pungkas Dian.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Bukukan Laba Bersih Rp2,4 T, BTN Perkuat Strategi Beyond Mortgage