BI Rate Ditahan, Asing Ketahuan Borong Saham Ini

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Kamis, 23/07/2026 08:00 WIB
Foto: Ilustrasi orang berdoa dengan latar belakang Bursa Saham Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Meski secara keseluruhan investor asing masih membukukan net foreign sell Rp920,3 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Rabu (22/7/2026), sejumlah saham tetap menjadi sasaran akumulasi.

Saham yang paling banyak diborong asing adalah PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) dengan nilai beli bersih mencapai Rp297,7 miliar. Hampir seluruh transaksi didominasi aksi beli, dengan nilai pembelian mencapai Rp297,8 miliar melalui pasar negosiasi.

Di posisi berikutnya terdapat PT Timah Tbk (TINS) yang mencatatkan net foreign buy sebesar Rp55,5 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp48,9 miliar.


Investor asing juga mengoleksi PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp44,5 miliar, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar Rp32,9 miliar, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp27,3 miliar.

Saham-saham sektor energi dan komoditas masih mendominasi daftar akumulasi asing, diikuti saham perbankan dan infrastruktur.

Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin: 

  1. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) - Rp297,7 miliar
  2. PT Timah (Persero) Tbk (TINS) - Rp55,5 miliar
  3. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) - Rp48,9 miliar
  4. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) - Rp44,5 miliar
  5. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) - Rp32,9 miliar
  6. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp27,3 miliar
  7. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp22,2 miliar
  8. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp17,9 miliar
  9. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) - Rp15,4 miliar
  10. PT Dewa United Tbk (DEWA) - Rp15,3 miliar

Adapun laju IHSG pada perdagangan Rabu (22/7) terhenti setelah mencatat reli selama sembilan hari perdagangan berturut-turut. IHSG ditutup melemah tipis 0,09% ke level 6.334,48, dengan 367 saham terkoreksi, 281 menguat, dan 317 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp18,52 triliun dengan volume 44,63 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 2,7 juta kali.

Pergerakan pasar terjadi setelah Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,25%, sesuai ekspektasi pasar. Keputusan tersebut sempat memberikan kepastian bagi pelaku pasar domestik.

Namun, di saat yang sama, dolar AS bergerak menguat di tengah ekspektasi suku bunga Amerika Serikat akan tetap tinggi lebih lama. Kondisi tersebut membuat aliran dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, masih cenderung selektif.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus Investor Amankan Likuiditas Saat Diadang Isu Perang -MSCI