Airlangga Sambut BI Tahan Suku Bunga: Bisa Dorong Kredit

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 22/07/2026 17:36 WIB
Foto: Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memberi sambutan dalam acara Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Gedung Smesco, Jakarta, Senin, (29/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah mengapresiasi Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan setelah tiga bulan beruntun menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin (bps).


"Ya, bagus. Jadi kita mengapresiasi BI menahan tingkat suku bunga, karena tingkat suku bunga ini penting untuk sektor riil, untuk bisa bergerak," paparnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (22/7/2026).

Dengan keputusan ini, Airlangga yakin tingkat suku bunga yang dipertahankan itu bisa mendorong pertumbuhan sektor kredit.

"Tingkat suku bunga yang dipertahankan itu bisa mendorong pertumbuhan sektor kredit," tegasnya.

Dalam ketetapan suku bunga ini, Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan bank sentral memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA), serta meningkatkan likuiditas dan mengurangi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan.

"Keputusan BI-Rate dan kebijakan lain dimaksud merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan Bank Indonesia yang tetap konsisten untuk semakin memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global, serta untuk mempertahankan inflasi pada tahun 2026 dan 2027 berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah ("pro-stability")," kata Perry.

Sementara itu, di sisi lain, dia memastikan kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ("pro-growth").


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tok! BI Tahan Level Suku Bunga Acuan di 5,75%