Hasil Stress Test BI: Bank RI Tahan Hadapi Dampak Perang Timur Tengah

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Rabu, 22/07/2026 16:29 WIB
Foto: Gubernur BI, Perry Warjiyo. (dok ISEI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketidakpastian ekonomi global yang disebabkan terus berlanjutnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah tak akan banyak memengaruhi stabilitas perbankan di tanah air.

Berdasarkan hasil stress test Bank Indonesia (BI), menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko.

"Termasuk dampak rambatan berlanjutnya perang di Timur Tengah yang ditopang oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang tetap terjaga baik," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers, Rabu (22/7/2026).


Ketahanan perbankan yang tetap kuat untuk memitigasi ketidakpastian global terhadap sistem keuangan ini menurut BI terlihat dari kapasitas permodalan yang terjaga pada level tinggi, risiko kredit yang terjaga rendah, dan likuiditas perbankan secara industri juga tetap memadai.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Mei 2026 tercatat tinggi sebesar 23,74%, yang tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah sebesar 2,17% (bruto) dan 0,84% (neto) pada Mei 2026.

Sementara itu, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) industri perbankan tercatat sebesar 23,08% pada Juni 2026 atau turun dari sebesar 24,74% pada Mei 2026.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan makroprudensial dan sinergi kebijakan bersama KSSK dalam rangka turut menjaga stabilitas sistem keuangan, termasuk menjaga kecukupan likuiditas dan memitigasi segmentasi likuiditas antar-bank," ujar Perry.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tok! BI Tahan Level Suku Bunga Acuan di 5,75%