Kredit Bank Tumbuh 12,67% pada Juni 2026 Meski Suku Bunga Mulai Naik

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Rabu, 22/07/2026 17:35 WIB
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat tiba di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) mencatat Pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 sebesar 12,67% (yoy), meningkat dari pertumbuhan Mei 2026 sebesar 11,51% (yoy).

Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Juni 2026 masing-masing tumbuh sebesar 24,90% (yoy), 8,94% (yoy), dan 5,75% (yoy).


"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers, Rabu (22/7/2026).

BI menganggap, tren pertumbuhan kuat penyaluran kredit bank didukung potensi dari sisi permintaan, sejalan masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang mencapai Rp2.490 triliun atau 21,52% dari plafon kredit yang tersedia.

"Sehingga perlu terus didorong realisasinya untuk mendukung pembiayaan ekonomi," tutur Perry.

Dari sisi penawaran, minat penyaluran kredit (lending appetite) juga masih longgar serta didukung pertumbuhan DPK yang tetap tinggi yaitu mencapai sebesar 10,21% (yoy).

Selain itu, perkembangan suku bunga perbankan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit, termasuk didukung publikasi asesmen transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

Perkembangan suku bunga deposito 1 bulan pada Juni 2026 tercatat 4,76%, sementara suku bunga kredit per Juni 2026 tercatat sebesar 8,81%.

Pada Juni 2026, rata-rata tertimbang suku bunga kredit Rupiah itu meningkat dari 8,72% pada Mei 2026. Kondisi ini seiring dengan meningkatnya suku bunga kredit baru4 menjadi 9,49% dari 9,31% pada bulan sebelumnya.

Menurut BI, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya persaingan di pasar pendanaan di tengah pertumbuhan kredit yang tetap kuat dan kondisi likuiditas yang menurun serta transmisi kenaikan BI-Rate.

Di sisi lain, penyesuaian suku bunga kredit juga mencerminkan upaya perbankan dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan biaya dana, pengelolaan risiko kredit, dan keberlanjutan profitabilitas.

Berdasarkan kelompok bank, pada Juni 2026 kelompok KCBA mencatat kenaikan suku bunga kredit baru paling besar yakni menjadi 8,45%, dari 7,64% pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh penyesuaian pricing pada kredit konsumsi seiring meningkatnya persepsi risiko pada segmen tersebut.

Kelompok bank BUMN dan BUSN juga mencatat kenaikan suku bunga kredit baru masing-masing menjadi 8,03% dan 10,99%, dari masing-masing sebesar 7,65% dan 10,88% pada bulan sebelumnya, didorong oleh penyesuaian suku bunga pada sebagian besar segmen kredit sebagai respons terhadap meningkatnya biaya dana.

Sebaliknya, kelompok BPD menurunkan suku bunga kredit baru menjadi 8,62% dari 9,18% pada Mei 2026, didukung oleh efisiensi biaya operasional yang memberikan ruang untuk mempertahankan daya saing kredit.

Menurut BI, perbedaan respons tersebut menunjukkan bahwa strategi penetapan harga kredit tidak hanya dipengaruhi oleh kenaikan biaya dana, tetapi juga oleh kondisi likuiditas, struktur pendanaan, efisiensi operasional, profil risiko, dan fokus bisnis masing-masing kelompok bank.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tok! BI Tahan Level Suku Bunga Acuan di 5,75%