Video: Tantangan Logistik Berbasis EV Tembus Hingga Wilayah Pedesaan
Jakarta, CNBC Indonesia- Komitmen pemerintah RI yang terus mendorong percepatan transisi energi nasional menjadi sentimen pendorong perkembangan transformasi bisnis logistik menuju konsep 'green logistics' melalui penggunaan moda transportasi berbasis listrik atau Electric Vehicle (EV)
Hal ini dimanfaatkan oleh Dash Electric sebagai startup logistik dengan menyediakan infrastruktur hijau yakni kendaraan listrik untuk mendukung kebutuhan logistik hingga ke wilayah rural atau pedesaan.
CEO Dash Electric, Aditya Brahmana menyebutkan potensi penggunaan EV di wilayah rural sangat besar mengingat sistem logistik wilayah ini umumnya bersifat repetitive atau berulang dengan titik pengiriman sama. Hal ini sangat cocok dengan penggunaan EV dalam bisnis logistik yang membutuhkan utilisasi tinggi dengan jangkauan wilayah pengiriman harus dapat diprediksi sesuai dengan kapasitas baterai di tengah keterbatasan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Meski demikian sejumlah tantangan terkait ketersediaan SPKLU, Waktu pengisian daya hingga ketersediaan suku cadang dan keterbatasan infrastruktur penunjang ekosistem EV. Lalu seperti apa strategi pengembangan bisnis logistik EV di wilayah rural?
Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan CEO Dash Electric, Aditya Brahmana dalam AutoBizz, CNBC Indonesia (Selasa, 20/07/2026)
Add
source on Google