Kopi Kenangan Mau IPO, Incar Rp17,89 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bumi Berkah Boga alias Kopi Kenangan, salah satu jaringan kopi terbesar Indonesia, telah mengadakan pembicaraan dengan bank-bank untuk menjajaki potensi pencatatan saham yang dapat bernilai hingga US$1 miliar atau sekitar Rp17,89 triliun. Hal ini diungkapkan oleh sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada The Wall Street Journal.
Sumber itu mengatakan rencana Kopi Kenangan untuk penawaran umum perdana (IPO) masih dalam tahap awal, dan waktu serta ukurannya belum ditentukan. Menurut mereka, Singapura adalah salah satu tempat yang dipertimbangkan perusahaan untuk pencatatan saham.
Sumber menambahkan bahwa belum ada bank yang secara resmi ditunjuk untuk menangani IPO tersebut.
Dalam pernyataan melalui email kepada The Wall Street Journal, Junxian Li, wakil presiden keuangan dan pengembangan perusahaan Kopi Kenangan, mengatakan perusahaan secara teratur mengevaluasi "berbagai opsi strategis dan pembiayaan" untuk mendukung ekspansinya dan memberikan peluang monetisasi bagi pemegang saham.
"Ini termasuk dialog rutin dengan lembaga keuangan, investor, dan penasihat, yang merupakan bagian normal dari menjalankan bisnis pada tahap kami," kata Li, dikutip dari The Wall Street Journal, Selasa (21/7/2026).
Kopi Kenangan belum membuat keputusan apa pun mengenai IPO, termasuk tentang waktu, lokasi, atau valuasi, tambah Li.
Didirikan pada tahun 2017, jaringan kedai kopi cepat saji Kopi Kenangan mendapatkan semua biji kopinya dari Indonesia. Perusahaan ini beroperasi di enam negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, India, dan Australia.
Dalam sebuah unggahan di LinkedIn pada bulan Januari, salah satu pendiri dan CEO Grup, Edward Tirtanata, mengatakan bahwa pendapatan bersih Kopi Kenangan pada tahun 2025 meningkat 45% dari tahun sebelumnya menjadi US$184 juta, sementara laba bersih mencapai US$17 juta.
Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 1.300 gerai di seluruh dunia dan berencana untuk membuka sekitar 550 gerai lagi pada tahun 2026.
Tirtanata juga menulis bahwa perusahaan "tidak sabar menunggu bel IPO berbunyi sebelum mulai bertindak seperti perusahaan publik," meskipun ia tidak mengungkapkan detail penawaran potensial apa pun.
Bintang tenis Serena Williams dan rapper sekaligus konglomerat Shawn Carter alias Jay-Z berinvestasi di jaringan kedai kopi ini pada tahun 2019 melalui platform investasi masing-masing, Serena Ventures dan Roc Nation.
(mkh/mkh) Add
source on Google